Aku Telah Melihat Tuhan

Daftar Renungan GKJ Manahan


Permasalahan yang ada pada manusia, konflik bahkan kekerasan fisik maupun psikis, hal ini terjadi karena adanya perbedaan pendapat, ketidakcocokan, merasa dirinya lebih tinggi kedudukannya daripada orang lain juga lebih senior, dianggap orang lain juniornya, ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam kehidupan keluarga, di kantor, di kampong, bahkan mungkin dalam gereja.

Lamun kula kesayahen kamomotan kemengan
Kula marek, dhuh Pamarta, nyuwun ayem mring Tuwan
Kula marek, dhuh Pamarta, nyuwun ayem mring Tuwan
Nyuwun ayem dhuh Pamarta, Tuwan kang nebus mring wang.
(Kidung Pasamuwan Kristen Lami /KPKL 145:1)

Ketika kita berbicara tentang anugerah, maka yang ada dalam benak kita adalah sebuah pemberian oleh pihak berkuasa yang berdampak pada perubahan posisi dan kondisi kita menjadi baik. Seperti contoh: ketika ada seseorang dianugerahi gelar Kraton mis: KRT (Kanjeng Raden Tumenggung), RM (Raden Mas), Puteri Indonesia dll, tentunya gelar tersebut akan membuat kita terhormat dan terpandang dalam struktur kehidupan masyarakat.

Pemberian akan berarti sekali ketika pihak penerima memang sedang membutuhkan. Itulah cara kerja Allah! Allah memberi apa yang memang kita butuhkan. Perempuan Samaria di Sumur Yakub adalah orang yang merasa terbuang, baik karena ia orang Samaria yang dihindari oleh kaum Yahudi maupun karena kehidupan 'perkawinannya' yang tidak wajar dan dipenuhi kegagalan. Ia suka menyendiri dan hidup terasing. Jiwanya gelisah. Ia mencari sesuatu yang belum ditemukannya, yaitu: Kasih. Ia membutuhkan Kasih. Ia 'haus' akan kasih. Yesus yang adalah sumber kasih menjumpainya dan memberikan apa yang ia butuhkan. Apa yang paling kita butuhkan?

Kebutuhan yang senantiasa dicari dalam sejarah kehidupan manusia adalah keselamatan. Keselamatan menjadi kebutuhan semua orang baik itu tua – muda, laki-laki – perempuan, orang biasa atau orang berada terlebih ketika kita berada dalam bahaya. Bahkan ada berbagai cara yang dilakukan orang untuk mendapat keselamatan. Mulai dari yang menggunakan logika, mentaati berbagai norma maupun melakukan berbagai bentuk kebaikan. Keinginan untuk mendapatkan keselamatan juga menjadi harapan Nikodimus seorang farisi bahkan seorang pemimpin agama Yahudi. Bagi Nikodimus seorang pemimpin agama Yahudi, pemahaman tentang agama tentu bukan hal yang baru bagi dia.

Pemahaman sederhana mengenai konflik adalah benturan dua atau lebih benda atau orang atau pikiran. Dalam keluarga misalnya, suami tidak mau membersihkan piring, gelas dan sendok. Sementara itu, istri ingin pekerjaan rumah tangga dilakukan bersama. Dengan demikian keinginan suami berbenturan dengan keinginan istri. Suami dan istri tersebut sedang dalam konflik.

Kisah 'transfigurasi' Kristus di atas gunung bukan hanya dikisahkan oleh kitab-kitab Injil saja, tetapi juga dikuatkan melalui Surat II Petrus. Dalam Kisah 'transfigurasi' ini, sangat menarik kalau Injil-injil mencatat bahwa diantara dua belas murid, ternyata hanya tiga orang saja yang diajak dalam suatu peristiwa khusus, yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Kepada ketiga orang murid inilah Tuhan Yesus membawa mereka ke sebuah gunung yang sangat tinggi.
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,

Cemas atau kuatir merupakan 'penyakit' kronis yang sering dialami oleh kebanyakan orang ketika di dalam dirinya permasalahan, baik menyangkut ekonomi, hubungan antar sesama maupun hubungan yang ada di dalam dirinya sendiri. Ketika kuatir atau kecemasan sudah mulai melanda, tidak jarang rasa tersebut mempengaruhi pola kehidupan dari seseorang jika 'penyakit' tersebut sudah mengakar seiring berjalannya waktu. Dahulu menjadi pribadi yang periang, sekarang menjadi pribadi yang pemurung; dahulu menjadi pribadi yang terbuka menerima kehadiran orang lain di dalam kehidupannya, sekarang menjadi pribadi yang penuh curiga ketika orang lain mencoba mendekati kehidupannya; dahulu kehidupan rohaninya terpelihara, sekarang tidak lagi peduli dengan kehidupan rohaninya. Dan ironisnya, setiap orang akan terjangkit dengan 'penyakit' ini.
Jemaat yang terkasih di dalam Tuhan kita Yesus Kristus,

Hidup yang berkelimpahan dengan berkat Tuhan menjadi kerinduan dari setiap orang. Untuk dapat mewujudkannya, kita memang terlebih dahulu harus berusaha menunjukkan hidup yang sesuai dengan FirmanNya. Berkat Allah bagi umatNya pasti akan diberikan, hanya saja Allah selalu menunggu kesiapan kita untuk bisa menerimanya. Dalam segala perkara Allah tahu apa yang menjadi kebutuhan kita. Maka, ketika kita telah menerima berkat dari Allah, kitapun juga harus mampu berbagi berkat dengan sesama. Sehingga melalui semuanya itu, berkat Tuhan dapat dinikmati oleh banyak orang dan nama Tuhan semakin ditinggikan.