Bersediakah Kamu Diperbarui Hidupmu?

Suasana peringatan Natal dan Tahun Baru masih dapat kita rasakan. Bahkan mungkin masih ada saudara-saudara kita yang mengadakan perayaan Natal walau sudah masuk dalam Tahun 2012.
Daftar Renungan GKJ Manahan

Suasana peringatan Natal dan Tahun Baru masih dapat kita rasakan. Bahkan mungkin masih ada saudara-saudara kita yang mengadakan perayaan Natal walau sudah masuk dalam Tahun 2012.

Tyang mursid nggih sru memuji
Nggunggung-nggunggung mring Hyang Widi
Aneng sajroning kasucen wah ngugemi ing kayekten
Turune tyang mursid yekti
Dinuta mrih dadya nabi
Yeku cecalaning Gusti ngundhangken margi basuki.
(Kidung Pasamuwan Kristen Anyar 212: 5,6)

Rukun ing pitepangan sumanak ing rembugan
Dhemen sung pangapura nyirik piala,
Nging samya silih ngalah mbabarken tresna tansah,
Nulat ing sihe Allah mring sagung titah,
Kluwung pindhanya endah ing warna,
Nyawiji mbangun urip kang ada, tentrem raharja.
(Kidung Pasamuwan Kristen Anyar 319:2)

Mendah nea rahayu tyang semahan,
klayan nunggil tresnanya mring Gusti
Runtang runtung denira sih-sinihan,
klayan saekapraya lan budi.
Sadinten-dinten sami ngajeng-ajeng,
Mring idi Tuwan sarwi memuji,
Ing satitah nrimah klayan pitajeng,
saha tresna dumugi ing janji.
(Kidung Pasamuwan Kristen Lami 109: 2)

Lebih dari dua pekan sudah kenangan pahit yang dialami umat Kristiani terlewati. Namun kenangan tersebut masih membekas dengan jelasnya bagi saudara-saudara kita yang mengalami musibah bom bunuh diri di GBIS Kepunton. Peristiwa dua pekan silam lebih masih menyisakan luka batin maupun fisik dan rasa trauma yang mendalam bagi para korban bom bunuh diri. Peristiwa di GBIS Kepunton agaknya mengingatkan kembali peristiwa mencekam yang beberapa kali terjadi dalam kehidupan kekristenan di Indonesia pada rentang waktu 10 tahun terakhir ini.

Salah satu kelemahan keluarga Kristen, adalah sering tidak mau menyatu dengan komunitasnya. Sering terdengar keluarga Kristen merasa sendirian tanpa teman saat menghadapi masalah. Mengapa?
Ada banyak alasan, kenapa orang Kristen tidak butuh komunitas. Karena komunitas tidak bisa diharapkan oleh berbagai alasan, lebih bersifat duniawi, atau kurang rohani? Orang Kristen sering lupa, bahwa sebagai mahluk sosial, kita butuh komunitas sebagai habitat, sebagai wahana lingkungan yang kondusif, yang mampu merubah gaya hidup jemaatnya.

Minggu ini adalah HPKD (Hari Perjamuan Kudus Dunia) dan HPII (Hari Pekabaran Injil Indonesia). Secara umum, Gereja-gereja di seluruh dunia mengingat kembali tentang hakekat hidup beriman dalam Yesus Kristus. Tuhan Yesus telah mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita sehingga kita diperdamaikan dengan Allah, bahkan menjadi anggota keluarga Allah. Umat Kristen dipersatukan dengan Tuhan Yesus Kristus. Selain itu, umat Kristen yang satu disatukan dengan umat Kristen yang lain, disatukan menjadi satu tubuh Kristus. Bukankah hal tersebut merupakan sukacita yang besar bagi kita?

Kita sering mendengarkan dan menyanyikan lagu Tiap Langkahku diatur oleh Tuhan seperti dibawah ini :
Tiap langkahku diatur oleh Tuhan
Dan tangan kasihNya memimpinku
Di tengah gelombang dunia menakutkan
Hatiku tetap tenang teguh
Reff :
Tiap langkahku ku tau Tuhan yang pimpin
Ke tempat tinggi ku dihantarNya
Hingga sekali nanti aku tiba
Di rumah Bapa surga yang baka
Di waktu imanku mulai lemah
Dan bila jalanku hampir sesat
Kupandang juru selamatku yang esa
Aku kuat sebab Tuhan dekat.
Reff :

Kesulitan hidup manusia dapat terjadi, dikarenakan manusia sering mempersulit kehidupan sendiri. Sehingga hidupnya tidak dapat memberi buah kepada sesama, oleh karena itu manusia hidup harus dapat mencari kehidupan untuk menghidupi hidupnya, agar hidupnya dapat berbuah kepada sesama, kehidupan orang beriman untuk terus dapat berbuah, buah yang dihasilkan seseorang karena kasih dan anugerah Allah.

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Dalam bacaan kita yang pertama menceritakan tentang Yusuf seorang Raja Muda di Mesir. Kita tahu perilaku saudara-saudaranya yang pernah menyakitinya baik secara fisik maupun mental bahkan nyaris membunuhnya. Tapi, apa yang dilakukan Yusuf kepada saudara-saudaranya? Balas dendam? Tidak! Walaupun Yusuf telah diperlakukan oleh saudara-saudaranya dengan tidak adil bahkan sampai harus berpisah dengan bapak yang sangat di kasihi, harus bekerja keras sebagai budak di Mesir.