
Jemaat yang terkasih,
Sadar atau tidak sadar kita ingin mendapatkan sesuatu dari apa yang telah kita lakukan, sesuatu tersebut tidak hanya melulu materi namun juga kedudukan, penghargaan, pujian, penerimaan, dll. Itu adalah kondisi umum yang dimiliki oleh manusia. Sehingga ketika sesuatu itu tidak didapatkan pada saat melakukan tindakan tertentu maka ada keengganan untuk melakukannya kembali.
Sebagai contoh: ketika kita menyapa seseorang kemudian orang tersebut tidak membalas sapaan kita maka kita enggan menyapanya kembali pada waktu berikutnya. Mengapa?? Karena ada suatu keinginan ketika menyapa orang tersebut dan keinginan tersebut nampaknya tidak terpenuhi. Dampaknya adalah tindakan yang kita lakukan berdasarkan atas apa yang akan kita dapatkan nantinya. Dengan kata lain kita fokus dari tindakan kita adalah dari upah yang akan kita dapatkan. Sehingga tindakan yang dilakukan berdasarkan untung dan rugi.
Nampaknya semangat ini juga muncul dalam kehidupan orang Yahudi dalam melakukan tindakan. Menanggapi semangat yang demikian, Tuhan Yesus memberikan pernyataan seperti yang tertulis dalam Injil Matius 10: 40-42. Pernyataan Tuhan Yesus memberikan pengertian adalah benar bahwa seseorang akan mendapatkan sesuatu atas tindakan yang dilakukan.
Khususnya ketika dia melakukan tindakan yang baik, namun Tuhan menegaskan bahwa hal itu bukan menjadi tujuan utama seseorang melakukan tindakan yang baik. Oleh karena itu Tuhan Yesus mengatakan “Barang siapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi”.
Kata “upah” tidak ditempatkan di depan kalimat supaya semangat seseorang melakukan tindakan baik bukan karena upah, melainkan memang sudah sepantasnya dilakukan. Inilah semangat yang hendak dibagikan Tuhan Yesus kepada para murid (rasul) dan para pengikutnya pada saat itu. Karena dengan demikian, tindakan baik dapat diwujudkan dengan terus menerus tanpa melihat upah yang akan diterima.
Oleh karena itu benar juga pernyataan “upahmu besar di sorga”. Ini menunjukkan bahwa akan ada sesuatu yang kita dapatkan nantinya ketika kita melakukan tindakan baik. Yang sangat dimungkinkan tidak secara langsung kita dapatkan, tetapi nanti!!! Pemahaman itu jugalah membantu kita untuk memiliki semangat dalam melakukan tindakan baik tidak berdasarkan, berorientasi, bertujuan mendapatkan upah duniawi (materi, penghargaan, pujian, penerimaan). Selamat menebarkan kebaikan karena upahmu besar di disorga. Tuhan memberkati. Amin.
Bacaan: Matius 10: 40-42
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 29 Juni 2014
Add comment