
Kudaki jalan mulia; tetap doaku inilah
Ke tempat tinggi dan teduh, Tuhan mantapkan langkahku
Reff. Ya Tuhan angkat diriku
lebih dekat kepadaMu
ke tempat tinggi dan teguh
Tuhan mantapkan langkahku
(Kidung Jemaat 400:1)
Hidup ini adalah peziarahan panjang menuju kepada kekekalan. Disitu ada kegagalan, namun juga kesuksesan. Ada dukacita, namun juga ada sukacita. Ada cibiran, namun juga ada sanjungan. Semua berbaur dalam kehidupan bersama.
Setiap perubahan, baik ke arah positif maupun ke arah negatif, selalu mendatangkan reaksi tanggapan dari orang lain. Reaksi yang muncul bisa positif atau negative, menguatkan atau melemahkan. Hal yang demikian juga bisa dialami oleh anak-anak Tuhan ketika mengalami perubahan ke arah yang baik, misalnya perubahan karakter dan kebiasaan, kesuksesan dalam mengarungi kehidupan. Untuk menghadapi reaksi-reaksi tersebut dibutuhkan kekuatan untuk tetap konsisten pada gaya hidup baru didalam kasih Kristus yang telah dipilih dan dijalani. Kekuatan itu datang dari Tuhan, Sang Terang Sejati. Oleh karena itu kita harus tetap hidup di dalam Dia. Kita harus sungguh-sungguh percaya dan bersandar padaNya, Dengan demikian kita justru akan lebih mengenal dan semakin dekat dengan Tuhan, betapapun banyak tantangan yang kita hadapi.
Satu perenungan dari peristiwa pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto. Dimana orang tuanya mampu memaafkan dan mengampuni pelaku pembunuhan anak tunggalnya. Sungguh tindakan yang secara manusiawi sulit bahkan tidak mungkin dilakukan. Hanya karena kekuatan yang datang dari Tuhan, Sang Terang Sejati hal itu terwujud nyata.
Keberhasilan hidup kadang memunculkan respon negative dari orang lain (seperti kisah orang buta sejak lahir). Itu terjadi karena faktor iri hati atau faktor yang lainnya. Respon negative itu seringkali membuat kita lemah. Melalui bacaan leksionary, kita di ajak untuk bangkit dari rasa kecewa dan marah (Seperti Saul – 1 Samuel 16: 1-13) untuk mencari solusi jalan keluar. Selain itu kita juga diajak untuk berani berekonsiliasi di dalam kekuatan Tuhan dengan orang yang tidak menyukai langkah kehidupan kita (Mazmur 23). Kita diharapkan tetap menjadi anak-anak terang untuk kemudian bisa menerangi orang-orang yang berada dalam kegelapan (termasuk yang iri hati). Hanya dengan kekuatan Tuhan, kita bisa menjadi anak Terang (Efesus 5 :8-14). Imannuel Amin.
Bacaan I : 1 Samuel 16:1-13;
Mazmur Tanggapan : Mazmur 23;
Bacaan II : Efesus 5 : 8-14;
Bacaan Injil : Yohanes 9 : 1-41.
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 30 Maret 2014
Add comment