Hari ini kita sudah memasuki Minggu Advent yang ke 2 yang ditandai dengan penyalaan 2 lilin advent, di beberapa tempat suasana menyambut Natal sudah semakin terasa. Banyak jemaat sudah mulai mempersiapkan diri, baik melalui rapat-rapat, latihan koor atau pun melakukan koordinasi dalam bentuk lain. Memang dalam menyambut kehadiran Tuhan baik dalam perayaan Natal maupun kedatangan Tuhan yang kedua kalinya kita perlu mempersiapkan diri. Semakin kita mempersiapkan diri, semakin kehadiranNya memberi makna dalam hidup kita.

Bagian dari bacaan Leksionari kita juga mengungkapkan tentang persiapan untuk menyambut kehadiran Tuhan. Hal ini diungkapkan dalam Kesaksian Injil Lukas 1:68-79 yang merupakan pujian syukur serta nubuat Zakharia terhadap Yohanes Pembaptis. Zakharia menubuatkan jati diri Yohanes yang akan berdiri sebagai pembuka jalan kehadiran Sang Mesias. Zakharia mengakui bahwa Mesias akan hadir melalui keturunan Daud dan akan hadir juga nabi-Nya untuk mempersiapkan kedatangan Mesias. Kelahiran dan karya Yohanes adalah untuk mempersiapkan umat untuk menerima anugerah keselamatan dari Tuhan Allah. Jati diri Yohanes adalah pembuka jalan, artinya bahwa Yohanes Pembaptis memberikan hidupnya sebagai sarana Tuhan berkarya menyelamatkan dunia. Sementara kalau kita perhatikan bacaan dari Injil Lukas 3:1-6 mengungkapkan karya yang dilakukan oleh Yohanes sebagai nabi. Dia mempersiapkan umat untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus dengan menawarkan pertobatan kepada orang-orang di daerah Yordan (ayat 3) dengan tujuan agar semua orang yang mau mendengar dan merespon ajakannya memperoleh pengampunan dosa (ayat 4). Yohanes melakukan tugasnya sebagai penggenapan nubuat Yesaya bahwa akan datang nabi yang menyerukan pertobatan sehingga semua orang yang mau mendengar dan percaya akan mendapatkan keselamatan dari Tuhan (ayat 5-6). Seruan pertobatan Yohanes Pembaptis itu ditujukan kepada orang-orang pada masa pelayanan Yohanes.
Namun, panggilan pertobatan tersebut juga ditujukan bagi kita pada masa kini. Itu berarti bahwa keselamatan tetap ditawarkan Allah bagi semua manusia sampai dengan saat ini. Dan bagi yang telah menerima keselamatan tersebut, pertobatan pribadi menjadi sarana untuk melestarikan anugerah Tuhan menuju kesempurnaan. Oleh karena itu, pertobatan menjadi salah satu hal penting yang harus senantiasa dilakukan manusia agar senantiasa mendapatkan anugerah keselamatan dari Tuhan.
Lalu apakah pertobatan itu? Pertobatan adalah sebuah sikap dimana kita mau berbalik dari arah yang tidak benar ke arah yang benar. Dari jalan hidup yang hanya menuruti kemauan kita berubah ke jalan yang menuruti kehendak Tuhan.Kesediaan untuk berbalik ini didasari oleh penghayatan bahwa hidup kita kurang berkenan dihadapan Allah. Buah dari pertobatan adalah perubahan sikap yang semakin berkenan kepada Allah.
Masa advent adalah masa mempersiapkan diri. Masa mempersiapkan diri ini dapat kita lakukan dengan melakukan pertobatan. Artinya selama masa advent ini kita diberi kesempatan untuk menyadari kekurangan kita dan pada saat yang sama kita memperbaharui hidup kita. Melalui kitab Filipi 1:3-11 Rasul Paulus dan Timotius berpesan kepada jemaat agar mereka senantiasa menjaga kekudusan serta kesucian hidup sampai Tuhan Yesus datang kembali (ayat 9-11).Pertumbuhan iman dan menjaga kesucian merupakan panggilan orang percaya. Dengan menjaga kesucian hidup berarti kita berusaha dengan sungguh-sungguh mempertahankan keselamatan yang telah diberikan Tuhan kepada kita supaya kita tetap tidak bercacat sampai kedatangan Tuhan yang kedua. Selamat menghayati masa advent. Amin.
Bacaan I : Maleakhi 3:1–4
Tanggapan: Filipi 1: 3-11
Bacaan II: Lukas 1 : 68 – 79
Bacaan III : Lukas 3 : 1 – 6
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 9 Desember 2012
Add comment