Bacaan; Leksionari:
PL : Rut 3:1-5; 4:13-17 atau 1 Raja-raja 17:8-16
PB : Ibrani 9 : 24–28
Tanggapan : Mazmur 127 atau Mazmur 146
Injil : Markus 12:38–44
Dengan semakin pesatnya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang telah dihasilkan manusia, mestinya kehidupan manusia semakin damai sejahtera dan sukacita. Tetapi dalam kenyataannya tidak demikian, prosentasi manusia yang dapat merasakan hidup damai sejahtera dan sukacita lebih sedikit daripada yang menderita dan kesusahan, hanya orang yang mengandalkan Rahmat Allah yang dapat menikmati hasil Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karena meyakini bahwa Allah memperkenankan manusia mengembangkan isi dunia, termasuk melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bukan untuk kemegahan diri tetapi untuk memuliakan Allah.
Seperti janda miskin yang dengan sukacita dan penuh ucapan syukur mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan. Bukan dengan kesombongan dan mengandalkan kekuatan sendiri tetapi dengan penuh kerelaan dan
sepenuh hidupnya (Markus 12:41-44). Nampak bahwa janda miskin tersebut memelihara kehidupannya dengan Rahmat Allah. Dia mampu bersyukur dan berbagi dengan sukacita. Dengan keterbatasan secara manusiawi (karena dia janda miskin) tetapi dia melakukan yang terbaik dipandangan Tuhan. Dengan hidup yang senantiasa dalam Rahmat Allah maka dia dapat merasakan dan mengalirkan Rahmat Allah dalam langkah hidupnya setiap saat, walau menghadapi tantangan kehidupan yang berat sekalipun.
Hari ini kita disegarkan kembali dengan Pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus milik Tuhan. Bahwa dengan pengorbananNya kita mendapatkan pengampunan dosa (Ibrani 9:28). Perjamuan Kudus menjadi sarana pemeliharaan Allah terhadap iman dan kehidupan rohani kita. Biarlah dengan Sakramen Perjamuan Kudus ini kita semakin teguh dalam Iman kepada Yesus Kristus dan melanjutkan hidup dengan karya pelayanan kita yang senantiasa mengandalkan Rahmat Allah. Tuhan Beserta Kita. Amin.
Add comment