
Hidup ini rasanya semakin sulit dan berat. Hal ini sering dikeluhkan masyarakat bahkan orang-orang percaya, sehingga tidak sedikit kita mendengar kabar peristiwa-peristiwa mengenaskan, frustasi, terkait dengan sulitnya menjalani kehidupan.
Bagaimana dengan kita yang mempunyai Tuhan Yesus, yang mempunyai hari esok? Tentu tidak demikian. Hidup ini memang sulit dan berat, itu kenyataan yang tidak bisa kita hindari. Tuhan Yesus memberi gambaran yang jelas bagaimana umat Allah harus berjuang menghadapi kenyataan hidup. Umat Allah yang baru bertumbuhpun harus berhadapan penggodaan dan pencobaan. (ingat gandum yang harus bersaing dengan ilalang), namun pada akhirnya buahnya yang membedakan mereka. Apakah mereka umat Allah atau bukan?
Hal yang sama juga dihadapi umat Allah yang dibuang di Babel. Tekanan yang dihadapi bahkan lebih berat lagi, namun umat Allah di Babel tetap harus berpengharapan di dalam Tuhan, tidak mudah putus asa, dan bahkan senantiasa bergantung kepada Tuhan.
Hal tersebut memberikan pemahaman bahwa:
- Umat Allah akan berhadapan dengan realiatas hidup.
- Umat Allah harus tetap berpengharapan.
- Ketekunan dan kesetiaan kita tidak sia-sia.
Ketekunan dan kesetiaan kita tidak akan sia-sia, sehingga pada waktunya kita akan memanen buahnya. Persoalannya apakah kita sebagai umat Allah ini telah setia dan tekun melakukan kehendak Allah? Mat. 5: 48 mengatakan: '…haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'.
Setia dan tekun sering menjadi kelemahan kita, namun sebenarnya bukan hal yang sulit kalau kita bersedia melakukannya, misal setia dan tekun berjemaat, beribadah di gereja/bermasyarakat, selalu bersyukur dalam setiap keadaan, setia dan tekun dalam membaca Kitab Suci dan berdoa, setia dan tekun bersekutu, dan sebagainya.
Melalui 1 Kor. 15: 58, kita diingatkan: 'Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, Bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia' Apakah kita sebagai anak-anak Allah sudah setia dan tekun? Amin.
Bacaan I : Yesaya 44: 6 – 8
Tanggapan: Mazmur 86: 11 – 17
Bacaan II: Roma 8: 12 – 25
Bacaan III : Matius 13:24–30, 36-43
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 17 Juli 2011
Add comment