Dipanggil untuk Menguduskan dan Memulihkan yang Lain

Bacaan: Yohanes 1 : 43 – 51

Panggilan untuk mewartakan Kerajaan Allah yang indah kepada orang lain adalah suatu anugerah / rahmat dari Tuhan: "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu" (Yoh. 15:16).

Karena itu sudah seharusnya orang yang mendengar panggilan Tuhan, segera menjawab/ menanggapi dan mewujudnyatakan panggilan tersebut.

Namun dewasa ini budaya "mendengar dan menjawab" panggilan Tuhan semakin melemah. Ada banyak alasan yang menyebabkannya. Diantaranya:

  • Merasa tidak mendengar panggilan Tuhan.
  • Kalaupun mendengar, ada perasaan tidak yakin bahwa yang memanggilnya itu adalah Tuhan.
  • Kalaupun yakin bahwa yang memanggil adalah Tuhan, ada perasaan bahwa dirinya tidak layak dan tidak mampu melaksanakannya.
  • Kalaupun sudah diyakinkan bahwa sekalipun tidak layak tapi Tuhan akan memampukannya, tetapi masih ada perasaan tidak siap untuk benar-benar terjun dalam pelayanan. Sebab ada konsekwensi besar dan berat menunggunya dan lain-lain.

Jemaat yang terkasih,
Dasar Tuhan memanggil manusia untuk ikut Dia bukan karena manusia baik/ sempurna, tetapi karena Tuhan sudah merencanakannya dari semula dan karena Tuhan sangat tahu siapa yang dipanggilnya (dapat disimak dari Mazmur 139 : 1 – 6, 13 – 18). Dalam memanggil pribadi umat untuk ambil bagian dalam karya pelayanan Allah, bisa dilakukan dengan berbagai cara, versi, satu dengan yang lain tidak sama.

Karya dan kehendak Allah tidak dapat dibatasi oleh keinginan dan kehendak manusia yang serba terbatas. Maksud Tuhan memanggil umatNya juga bukan untuk kepentingan bagi yang terpanggil sendiri (bukan hanya supaya yangterpanggil itu saja yang bisa merasakan berkat Tuhan), tetapi juga untuk kepentingan orang lain. Karena Tuhan memakai orang yang terpanggil, untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain dan untuk memulihkan kehidupan orang lain. Setiap pribadi kita terpanggil untuk ambil bagian karya kasihnya.

Tetapi ada konsekwensi dari panggilan itu: Siap dan selalu menyediakan diri untuk mendengar Tuhan, bersedia untuk melakukan perintahNya; menjaga hidup dalam kekudusan dan siap menjadi saksi Tuhan.

Tuhan Memberkati dan menguatkan kita yang dengan sukacita mendengar dan menanggapi panggilanNya yang penuh kasih. Amin.

Tim Penyusun Renungan
-------- MS. ---------

Sumber: Edisi : Minggu, 18 Januari 2009 Nomor : 03/2009

Kategori