Dalam rangka merayakan Paskah tahun 2012, pada hari Minggu tanggal 22 April 2012 Sekolah Minggu GKJ Manahan pepanthan Blulukan mengadakan ibadah padang yan dilanjutkan dengan wisata bersama. Kegiatan ini dilindungi oleh Tuhan Yesus Kristus, dinasehati oleh jajaran majelis GKJ Manahan pepanthan Blulukan, dan diketuai oleh saudara Kristiyan Joko Santoso. Adapun pelaksanaan perjalanannya diserahkan pada biro perjalanan.
Waktu menunjukkan pukul 06.30 WIB, segenap panitia dan perwakilan majelis telah berkumpul di GKJ pepanthan Blulukan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Seiring berjalannya waktu, satu demi satu anak-anak Sekolah Minggu hadir disertai orang tua sebagai pendamping mereka. Ketika semua peserta telah hadir lengkap kurang lebih 40 orang, maka semua bersiap memasuki bus pariwisata yang sudah datang sejak pukul 06.00 pagi. Anak-anak begitu antusias menaiki bus dan memilih tempat duduk. Tepat pukul 07.20 kami semua bersatu hati untuk berdoa sebelum perjalanan dilaksanakan. Doa dipimpin oleh bapak Agustinus Dalwito sebagai salah satu perwakilan majelis. Setelah doa selesai dipanjatkan, maka armada bus pun mulai melaju. Titik awal dari Blulukan menyusuri jalan Adi Sucipto sampai perempatan Manahan berbelok ke kiri mengambil jalur jalan Achmad Yani untuk menjemput salah satu personil TFC yakni saudara Yopi Kristiawan yang telah menanti di depan kampus UTP. Armada bus pun melanjutkan perjalanan, menjelajahi jalanan kota Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Wuryantoro, Eromoko, dan Pracimantoro. Perjalanan semakin ceria saat lagu-lagu pujian Sekolah Minggu mulai diputar pada DVD yang ada di dalam armada yang kami tumpangi.
Tujuan pertama kami adalah Museum Kars Indonesia di desa Gebangharjo, kecamatan Pracimantoro, kabupaten Wonogiri. Untuk menuju ke lokasi, membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 2,5 jam. Jarak yang harus ditempuh sekitar 90 kilometer dari lokasi pemberangkatan. Walaupun begitu, anak-anak begitu menikmati perjalanan, terlebih ketika armada yang kami tumpangi sudah mulai keluar dari wilayah kabupaten Sukoharjo. Deretan pegunungan Wonogiri mulai terlihat begitu mempesona. Jalan yang berliku tidak menyurutkan semangat peserta. Perjalanan semakin menyenangkan ketika armada kami melewati jalan raya yang mengitari waduk Gajah Mungkur. Hampir semua anak-anak Sekolah Minggu mendekatkan wajah mereka ke jendela bus sambil berteriak-teriak kegirangan melihat pemandangan waduk yang luas membentang begitu indah.
Tepat pukul 10.00 WIB, kami tiba di Museum Kars Indonesia dengan selamat. Kami mengucap syukur karena diberi kelancaran dan keselamatan dalam perjalanan. Cuaca cerah dan sedikit panas. Namun, keceriaan anak-anbak Sekolah Minggu tak surut sedikitpun. Kamipun turun dari bus dan berjalan bersama menuju gedung utama Museum Kars Indonesia. Karena semua telah diurus oleh biro perjalanan, maka kami tidak direpotkan dengan tiket dan lain sebagainya. Kami langsung disambut oleh receptionist yang begitu ramah.
Kawasan Museum Kars Indonesia mempunyai luas 24, 6 HA yang membentuk lembah di antara bukit-bukit Kars yang dikelilingi oleh beberapa situs gua dan luweng :
• Gua Tembus mempunyai panjang lorong 50 meter serta mempunyai 2 mulut gua
• Gua Sodong dengan lorong yang panjang serta mempunyai bentukan stalaktit dan stalakmit yang masih hidup serta mempunyai sungai bawah tanah dan sumber air yang telah dimanfaatkan oleh dusun Mudal
• Gua Potro-Bunder mempunyai bnetukan stalaktit dan stalakmit dengan Kristal kalsit yang khas
• Luweng Sapen merupakan gua vertical dengan sungai bawah tanah di dasarnya yang telah diturap untuk memenuhi 3 dusun di desa Gebangharjo
• Gua Gilap merupakan bentukan dolina dengan tebing vertical serta mempunyai bentukan stalaktit yang unik dan mempunyai gua di dasar dolina yang belum tereksplorasi
• Di samping itu, ada 2 gua kecil (ceruk) di sekitarnya, yaitu gua Mrica dan gua Sonya Ruri.
Dengan dipimpin oleh guide, kami diantar berkeliling mengitari dalam museum. Kami dijelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan Kars (pegunungan batu kapur). Putaran pertama adalah mengitari lantai 2. Di sini kami dikenalkan persebaran Kars yang ada di dunia dan di Indonesia. Putaran selanjutnya adalah turun ke lantai 1. Di sini kami dapat melihat berbagai replika keragaman Kars. Kami juga melihat beberapa replika manusia serta hewan purba. Selesai mengitari lantai 1, maka kami diajak naik ke lantai 3, yakni di auditorium. Di sisni kami diajak untuk melihat film bersama. Film yang kami lihat mengangkat kisah gunung Merapi yang merupakan gunung berapi yang masih aktif. Melalui film tersebut, kami disadarkan betapa berkuasanya Tuhan kita.
Jarum jam menunjukkan pukul 11.30 WIB, kami selesai menonton film. Kamipun turun ke lantai 2 untuk mengambil perlengkapan ibadah padang. Kami bersama-sama menuju ke area belakang gedung, yaitu ke hall belakang untuk melaksanakan ibadah padang. Setelah semua terkondisikan, maka ibadah padang pun dimulai. Diawali pujian “Hari Ini Kurasa Bahagia”, semua peserta memuji Tuhan dengan semangat, diiringi petikan gitar mas Albert dan dipimpin WL mbak Rini. Doa pembukaan dipimpin oleh ibu Widi Asmarani selaku perwakilan majelis. Suasana semakin semarak saat semua memujikan “Kumenang-kumenang” sambil bertepuk tangan. Semua mengekspresikan syukur karena kemenangan Tuhan Yesus atas maut. Saat pemberitaan firman Tuhan pun tiba. Pujian “Kusiapkan Hatiku Tuhan” menghantarkan suasana untuk menerima taburan firman Tuhan. Setelah doa firman, maka semua peserta siap mendengarkan. Firman Tuhan disampaikan oleh saudara Daniel Tutup Wismoko, S.PAK dari GKJ Jatisrono, Wonogiri. Nats diambil dari Yohanes 3 : 16.
Kilasan firman yang disampaikan siang itu sangat mengena, di mana kita disadarkan bahwa betapa bersyukurnya kita memiliki Allah yang begitu mengasihi kita. Allah yang rela mengambil rupa manusia, turun ke dunia, menderita, bahkan mati dan bangkit untuk menjadi Juru Selamat bagi kita yang percaya kepadaNya. Mas Daniel menggunakan ilustrasi cerita agar lebih mudah diterima oleh anak-anak Sekolah Minggu. Semua memerhatikan dengan seksama. Di akhir penyampaian firman, mas Daniel membagi-bagikan beberapa hadiah untuk anak-anak Sekolah Minggu. Tidak hanya anak-anak yang antusias, ternyata para orang tua juga meresponi dengan baik. Ibadah padang diakhiri pukul 12.15 WIB, dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.
Pukul 12.45 WIB kami meninggalkan museum Kars, setelah selesai berfoto bersama. Kami melanjutkan perjalanan menuju Waduk Gajah Mungkur. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam. Kami pun tiba di kawasan waduk pada pukul 13.45 WIB. Kami sudah dinanti rombongan majelis yang menyusul dari Blulukan. Kami bersyukur dapat berkumpul bersama. Kegiatan di kawasan waduk dibagi menjadi 2 kelompok. Para majelis yang notabene “sesepuh” kami, lebih suka menikmati suasana di pinggiran waduk, sedangkan anak-anak Sekolah Minggu menuju ke area Water Boom yang memang satu kawasan dengan Waduk Gajah Mungkur.
Cuaca yang cukup panas tidak menyurutkan niat anak-anak untuk segera meceburkan diri mereka ke berbagai kolam yang tersedia. Ada yang menyusuri kolam panjang, ada yang menikmati kelok-kelok perosotan yang cukup tinggi dan panjang, adapula yang menikmati guyuran air dari ember jumbo di kolam bawah. Ternyata para ibu-ibu pengantar dan pengasuh Sekolah Minggu tidak mau kalah. Mereka menikmati wahana terapi ikan yang cukup menyenangkan.
Mentari mulai bergerak kearah barat. Kami semua telah puas bermain air dan membersihkan diri. Kami pun dihantarkan oleh Tour Leader kami menuju salah satu warung makan lesehan di pinggir waduk untuk makan sore. Menu khas nila bakar lengkap dengan lalapan dan sambal maknyuss siap disantap. Kurang lebih pukul 17.00 WIB, kami semua bersiapkembali pulang. Meskipun hari telah senja, namun semua masih tetap ceria. Sepanjang perjalanan pulang, di dalam bus terdengar suara anak-anak yang saling menceritakan kegiatan mereka seharian tadi. Kami pun kembali tiba di Blulukan pukul 18.15 WIB dengan selamat dan penuh sukacita. Kami sangat mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang memperkenankan kami melaksanakan kegiatan ini serta mencukupkan segalanya.
Demikianlah sepenggal kisah perayaan Paskah tahun 2012 anak-anak Sekolah Minggu GKJ Manahan Pepanthan Blulukan. Kiranya menjadi berkat bagi semua pembaca. Tuhan Yesus memberkati. [Rini]
Add comment