
Sabtu pagi (5/5) para jemaat adiyuswa (lansia) GKJ Manahan menyelenggarakan kebaktian padang di Camping Ground Tawangmangu, Karanganyar. Tema "Bersorak-sorailah Bagi Tuhan" menjadi semangat bagi para adiyuswa untuk mengikuti kebaktian padang ini. Hal ini tampak dari pembukaan, lagu-lagu yang mereka nyanyikan menunjukkan semangat mereka yang belum pudar sekalipun sudah lanjut usia. Langen Sekar Manunggal yang mempersembahkan lagu pujian-pun tampak bersemangat, menyanyi dengan penuh sukacita. Demikian pula peserta, bertepuk tangan turut mengiringi nyanyian kelompok langen sekar tersebut.
Mazmur 66: 1-2 menjadi dasar perenungan Firman Tuhan yangi disampaikan oleh Pdt. Fendi Susanto dari GKJ Dagen, Palur. Sebelum renungan disampaikan, Pendeta Fendi memvisualisasikan firman Tuhan dengan Wayang Purwo. Dijelaskannya dalam visualisasi bahwa kedamaian, ketenteraman diberikan dalam hidup manusia yang diberkati oleh Allah. Inilah kehidupan yang seharusnya kita hadapi, bahwa Allah menciptakan dunia itu baik keadaannya. Namun kejatuhan manusia menimbulkan kekacauan, keterbalikan keadaan dari kondisi semula, hidup menjadi sumber kekacauan. Kondisi kekacauan itu membuat kita tidak bisa bersorak-sorai memuji Tuhan.
Pendeta Fendi mengajak jemaat untuk berubah. Hidup kita yang tenggelam dalam dosa perlu penyelamatan. Dan pantaslah kita bersyukur pada Allah, karena dalam Yesus Kristus telah menebus dosa kita. Kita tidak lagi menjadi manusia lama yang hidup dalam dosa, tetapi menjadi manusia baru yang dipulihkan dan yang memungkinkan bagi kita bersorak-sorai bagi Allah.
Mazmur 66 sebenarnya merupakan sebuah refleksi. Dalam peperangan, umat Israel bersorak sorai merayakan kemenangan atas peperangan. Kitapun telah menang atas dosa, maka bersorak-sorailah bagi Tuhan. Selain itu, mari kita bawa hidup kita menjadi hidup yang benar sesuai kehendak Tuhan. Menjadi adiyuswa yang berkarya nyata di tengah-tengah jemaat dan masyarakat supaya hidup kita menjadi kesaksian yang baik bagi sesama.
Selesai pelayanan Firman, Paduan Suara Sangkakala blok XIV turut memberikan persembahan pujian berjudul "Elinga" dan "Aja Semaya". Dilanjutkan dengan permainan bersama berupa lomba dansa, tampil 4 pasangan adiyuswa bersemangat berdansa diiringi nyanyian bersama jemaat. Bp. Marwan tampil sebagai juara lomba dansa ini.
Sebagai penutup, Ketua Komisi Adiyuswa GKJ Manahan, Bp. Toto Suprapto menjelaskan bahwa perayaan Paskah Adiyuswa tahun ini diselenggarakan bulan Mei dimaksudkan mendekati peringatan hari Adiyuswa Nasional. Lanjutnya, menurut data BPS, jumlah adiyuswa di Indonesia telah mencapai 18% dari total penduduk. Sedangkan di GKJ Manahan sendiri, jumlah adiyuswa telah mencapai 306 warga atau sekitar 12% dari jumlah jemaat GKJ Manahan. Bp. Toto Suprapto juga menyampaikan visi Komisi Adiyuswa GKJ Manahan, yaitu membina, mendaya-gunakan dan memfasilitasi adiyuswa agar esksis, berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Dan karena itu, beliau menghimbau supaya jemaat adiyuswa berperan aktif dalam kegiatan gereja, menjadi penggerak dan kesaksian yang baik bagi jemaat gereja yang lain. [SePur]
Add comment