Jemaat yang terkasih,
Pada saat ini kita, bersama-sama dengan umat Tuhan sedunia, mengingat kasih Tuhan melalui Sakramen Perjamuan Kudus Sedunia. Melalui penghayatan Sakramen Perjamuan Kudus Sedunia ini, kita merasakan karya Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan kita yang membawa keselamatan.
Sebagaimana yang kita imani dalam pengajaran kita, bahwa Sakramen Perjamuan Kudus merupakan sarana pemeliharaan keselamatan. Adalah benar, bahwa dalam kacamata iman ketika sudah menyatakan diri dalam proses proselitasi iman (penerimaan anggota; dalam hal ini melalui Sakramen Baptis), kita menerima materai keselamatan.
Dan selanjutnya dalam pengajaran iman, kita pun diajak untuk memelihara iman dengan merasakan karya penyelamatan Allah dalam kehidupan kita, salah satunya melalui Sakramen Perjamuan Kudus. Sehingga Sakramen Perjamuan Kudus yang kita hayati saat ini merupakan salah satu cara kita untuk memelihara keselamatan yang sudah kita dapatkan.
Namun demikian, belajar dari kitab Ibrani 1: 5-14, meskipun dalam hal ini predikat pelaksana misi adalah malaikat, harus diakui bahwa predikat kita sama seperti malaikat yaitu sebagai utusan Allah ditengah-tengah dunia ini. Karena ketika kita menyatakan diri sebagai Pengikut Kristus secara otomatis pengutusan Kristus (Allah yang menjelma menjadi manusia) juga mengikuti.
Dengan kata lain, menerima keselamatan adalah juga menerima perutusan dari Allah. Dan jika pada pembahasan diatas, setelah menerima kita diajak untuk memelihara maka kita pun diajak untuk memelihara pengutusan dari Allah. Sebagaimana dalam bacaan, kita diutus “untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan”. “Melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan” dapat diterjemahkan sebagai pewartaan akan keselamatan. “Mereka yang harus memperoleh keselamatan” memang dapat diartikan sebagai orang-orang yang belum mengenal keselamatan (dapat diartikan secara: belum Kristen).
Namun dalam perkembangannya “mereka yang harus memperoleh keselamatan” adalah juga pribadi (sudah Kristen) namun perilakunya tidak mencerimankan imannya. Mengapa?? Dalam pengajaran iman, ternyata keselamatan bisa hilang dalam perjalanannya, karena perilaku pribadi tersebut. Dan kenyataannya, tidak sedikit umat Tuhan yang berperilaku dan berpotensi demikian karena keadaan, situasi dan kondisi yang dialaminya.
Sebagai contoh, tidak sedikit orang Kristen yang terlibat kasus kejahatan (penipuan, korupsi, kekerasan, dll), tutur katanya tidak membangun, sikapnya sembrono, acuh terhadap yang lain, selalu berpikir negatif terhadap yang lain, merendahkan yang lain, dll. Inilah “mereka yang harus memperoleh keselamatan”. Dan kepada merekalah kita harus melayani, bisa jadi saudara kita, anggota keluarga kita atau pribadi yang ada dalam kehidupan persekutuan.
Perjamuan Kudus Sedunia ini, bukan hanya sekedar ritual kekristenan, namun juga mengajak kita untuk menghayati supaya benar-benar menjadi pribadi “yang memperoleh keselamatan”. Selain itu juga untuk mengahayati perutusan dari Allah “untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan” yang tidak hanya terbatas bagi mereka yang belum mengenal Kristus, namun juga bagi mereka yang mengenal namun tidak sayang. Selamat memelihara keselamatan untuk mewartakan keselamatan. Tuhan memberkati.
Bacaan: Ibrani 1: 5-12
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 4 Oktober 2015