

Memperingati kematian Tuhan Yesus, jemaat GKJ Manahan mengadakan ibadah Jumat Agung hari ini, Jumat (22/4). Ibadah dengan tema “Kematian yang Membawa Kehidupan” ini dilayani oleh Pdt. Ratih Suryaning Handayani, M.Th yang mendasarkan kotbahnya dari Yohanes 19: 16b-27 dengan Nats dari Markus 15: 34. Berikut ringkasan kotbah Pdt Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th.

Memperingati kematian Tuhan Yesus, jemaat GKJ Manahan mengadakan ibadah Jumat Agung hari ini, Jumat (22/4). Ibadah dengan tema “Kematian yang Membawa Kehidupan” ini dilayani oleh Pdt. Ratih Suryaning Handayani, M.Th yang mendasarkan kotbahnya dari Yohanes 19: 16b-27 dengan Nats dari Markus 15: 34. Berikut ringkasan kotbah Pdt Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th.

Sejak pukul 16.00 WIB, GKJ Manahan sudah ramai oleh kehadiran jemaat. Ibadah rencananya dimulai jam 17.00 WIB, namun jemaat tampak sungguh-sungguh ingin datang lebih awal, sekalipun hujan deras yang sempat mengguyur tak menyurutkan semangat jemaat untuk hadir. Ibadah sore jam 17.00 WIB dilayani oleh Pdt Widya Notodiryo, S.Th sedangkan ibadah jam 19.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th.

Sejak pukul 16.00 WIB, GKJ Manahan sudah ramai oleh kehadiran jemaat. Ibadah rencananya dimulai jam 17.00 WIB, namun jemaat tampak sungguh-sungguh ingin datang lebih awal, sekalipun hujan deras yang sempat mengguyur tak menyurutkan semangat jemaat untuk hadir. Ibadah sore jam 17.00 WIB dilayani oleh Pdt Widya Notodiryo, S.Th sedangkan ibadah jam 19.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th.
Hari minggu ini, (17/4) kita memperingati minggu palem, dimana Yesus dielu-elukan oleh banyak orang saat memasuki kota Yerusalem, kota yang setelahnya akan lantang meneriakkan penyaliban Yesus Kristus. Dalam ibadah minggu di GKJ Manahan, minggu palem diperingati dengan ibadah yang dibuka dengan perarakan Pengkotbah, majelis dan anak-anak yang melambai-lambaikan daun palem. Ibadah jam 06.30 dan 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih SH, M.Th, sedangkan ibadah jam 08.30 WIB oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si, selanjutnya sore jam 16.00 WIB oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si.
Hari minggu ini, (17/4) kita memperingati minggu palem, dimana Yesus dielu-elukan oleh banyak orang saat memasuki kota Yerusalem, kota yang setelahnya akan lantang meneriakkan penyaliban Yesus Kristus. Dalam ibadah minggu di GKJ Manahan, minggu palem diperingati dengan ibadah yang dibuka dengan perarakan Pengkotbah, majelis dan anak-anak yang melambai-lambaikan daun palem. Ibadah jam 06.30 dan 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih SH, M.Th, sedangkan ibadah jam 08.30 WIB oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si, selanjutnya sore jam 16.00 WIB oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si.
Ibadah jam 16.00 WIB dilayani oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si, calon pendeta GKJ Manahan. Kotbah disampaikannya berdasar Roma 8: 12-17. Di awal kotbahnya, Sdr. Samuel menyampaikan ilustrasi mengenai angin, yang sekalipun tidak tampak tapi bisa kita rasakan. Angin juga bisa memberi daya untuk pembangkit listrik, kapal layar dan banyak lagi manfaat angin dalam hidup kita. Jika saja tanpa angin, kita tidak bisa hidup, karena tidak bisa bernafas. Seandainya kita berada dalam ruangan tanpa ventilasi, bisa saja lama-lama kita menjadi sesak.
Ibadah jam 16.00 WIB dilayani oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si, calon pendeta GKJ Manahan. Kotbah disampaikannya berdasar Roma 8: 12-17. Di awal kotbahnya, Sdr. Samuel menyampaikan ilustrasi mengenai angin, yang sekalipun tidak tampak tapi bisa kita rasakan. Angin juga bisa memberi daya untuk pembangkit listrik, kapal layar dan banyak lagi manfaat angin dalam hidup kita. Jika saja tanpa angin, kita tidak bisa hidup, karena tidak bisa bernafas. Seandainya kita berada dalam ruangan tanpa ventilasi, bisa saja lama-lama kita menjadi sesak.
Hari Sabtu (19/3) minggu lalu, di GKJ Manahan ada sesuatu yang spesial. Parakletos yang merayakan Lustrum pertamanya menggelar mini konser bertajuk “Our Tribute”. Sekalipun mini konser, tidak bias dibilang konser ini digarap seadanya. Dekorasi yang menarik, tata letak ruang dan berbagai perangkat pendukung disiapkan dengan baik untuk memaksimalkan performa Parakletos dalam bernyanyi. Mengapa “Our Tribute” dipilih menjadi tema? Menurut Ketua Parakletos, Redyan Karunianto, tema ini dipilih karena konser ini diadakan sebagai ungkapan syukur Paduan Suara Parakletos atas berkat dan penyertaan Tuhan selama 5 tahun Paduan Suara Parakletos boleh berjalan. Selain itu juga sebagai ucapan terima kasih kepada jemaat GKJ Manahan khususnya karena telah mendukung keberadaan paduan suara Parakletos.