Tekun Dalam Doa Dan Karya

Bacaan:
Kejadian 32 :22–31; Mazmur 121; 2 Timotius 3:14-4:5; Lukas 18:1-8

Bapak/Ibu/Saudara yang terkasih.
Bekerja itu tidak dapat dihindari oleh manusia. Manusia dengan susah payah harus bekerja. Supaya dapat mencukupi kebutuhannya, dan juga untuk orang lain, keluarga, anak cucu dan gereja. Tentu saja itu dilaksanakan di pekerjaan yang disertai dengan doa, yang tiada henti-hentinya pada Tuhan, dan tidak pernah putus-putusnya mohon pada Tuhan supaya diberkati, serta membuat berhasil sehingga membuat menyenangkan dalam pekerjaannya, agar memastikan apa yang dilakukan mendapatkan buah yang menyenangkan.

Dalam hidup manusia dengan Doa yang tiada jemu-jemunya atau terus menerus dengan ketulusan hati dalam kehendak Tuhan. Seperti anak kecil yang meminta pada orang tuanya, mesti ngedrel harus meminta itu disertai dengan semangat yang menyala-nyala, anak tidak merasakan kesal atau bosan. Supaya apa yang ia minta dapat dituruti.

Bapak/Ibu/Saudara yang terkasih.
Seperti gambaran berdoa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Kepada muridNya, supaya tekun berdoa dan tidak bosan-bosannya meminta dengan perumpamaan Janda yang mohon untuk membela perkaranya.

Seperti janda yang mempunyai masalah, perkara, yang tidak putus-putusnya mohon bantuannya Hakim yang saat/waktu itu ada, walaupun hakim itu tidak takut pada Tuhan. Karena bolak balik/berulang kali datang mohon bantuannya pada Hakim tersebut.

“Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya : Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda itu menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” (Lukas 18:4B – 5)

maka janda tersebut terkabul permintaannya supaya membela perkaranya. Seperti umat Tuhan yang sudah percaya pada Tuhan. Tuhanpun Maha Kasih, tentu dan pasti akan memberi/ mengabulkan apa yang menjadi permintaannya. Apa lagi kita yang sudah percaya pada Tuhan. Kita mohon dengan tidak jemu/terus menerus tentu Tuhan pasti mengabulkannya.

Mari Bapak/Ibu/Saudara selagi masih ada kesempatan dan mari kita bekerja dengan tekun dan disertai dengan landasan Doa yang tidak jemu-jemunya mohon pada Tuhan.
Bapak/Ibu/Saudara yang terkasih.

Kini kita pun diutus Allah untuk menjadi perantara doa bagi orang-orang disekitar kita juga. Bagi keluarga, masyarakat, pekerjaan atau pelayanan kita. Di dalam doa kita serahkan mereka ke dalam tangan Allah. Kita bersandar pada Allah untuk memecahkan masalah-masalah mereka. Kita berdoa supaya Tuhan memberikan jalan terbaik bagi mereka.

Sama seperti Allah memberi kemenangan kepada kita yang berseru kepadaNya dengan tidak jemu-jemunya. Hidup memerlukan proses perjalanan. Mari kita bertekun dalam pengharapan pada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Sumber: Warta Gereja Edisi 20 Oktober 2019

Kategori