Membangun Masa Depan Melalui Pendidikan Yang Mengutuhkan

Bacaan
I Samuel 2:18-21,26; Mazmur 19:7-14; II Timotius 3:10-17; Lukas 2:41-52

Bagaikan bejana siap dibentuk
Demikian hidupku di tanganMu
Dengan urapan kuasa RohMu
Ku dibaharui selalu

Fondasi adalah bagian yang sangat penting dari suatu bangunan. Walaupun tidak terlihat dari luar tetapi berperan penting akan tegak berdirinya suatu bangunan. Bangunan suatu bangsa akan rapuh bila salah satu fondasi, yaitu Pendidikan, tidak diperhatikan dan ditata dengan sungguh. Sangat diperlukan pendidikan yang mengutuhkan untuk membangun sebuah bangsa. Pendidikan yang adalah fondasi tidak hanya menitik-beratkan pada satu atau beberapa hal saja, tetapi harus utuh-seimbang. Sebagai fondasi pembangunan bangsa, adanya pendidikan yang seimbang amat diperlukan, agar anak didik bisa tumbuh kembang secara optimal sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial.

Pertumbuhan Fisik dan Rohani penting, dan harus seimbang. Seperti yang dilakukan oleh Hanna dan Elkana dalam memperhatikan kehidupan rohani Samuel. Mereka juga memberi perhatian kebutuhan fisik dan emosi Samuel, dengan cara setiap tahun mengunjungi dan mengirim baju Efod untuk Samuel. Hal yang senada juga dilakukan Yusuf dan Maria yang juga memperhatikan pertumbuhan fisik dan rohani Yesus. Yusuf dan Maria mulai mengajarkan dan mengikutkan Yesus dalam acara-acara rohani Yahudi, misalnya disunat dan membiasakan ikut dalam pengajaranpengajaran agama.

Pentingnya Pertumbuhan Karakter Kemandirian, dunia ini dengan cepat mengalami dan berproses dalam perubahan. Hanna dan Elkana melatih kemandirian Samuel dengan cara dilatih hidup mandiri, dibawah asuhan Imam Eli, dengan demikian Samuel harus berpikir dan bersikap mandiri. Kemandirian juga diajarkan oleh Yusuf dan Maria kepada Yesus, untuk berkomunikasi, bekerja sama dengan kelompok-kerabat yang lain. Memberi “kepercayaan” agar anak lebih mandiri, dengan pengalaman dan tantangan yang dialami dan dihadapi, akan menempa dia dan membentuk karakternya.

Firman Tuhan itulah Fondasi Hidup yang hakiki. Sabda Firman Tuhan harus senantiasa di perdengarkan, diajarkan kepada anak sejak dini dan disetiap kesempatan. Timotius “mengenal” Kitab Suci sejak kecil, hal ini membuat Timotius tumbuh sebagai pribadi muda yang saleh dalam Kasih Kristus. Pembacaan Sabda Firman Tuhan tidak hanya sekedar menambah informasi dan pengetahuan, tetapi membawa perubahan diri dalam Hikmat Allah.

Hari ini kita Jemaat Tuhan dan warga Sekolah Kristen di lingkungan Sinode GKJ dan GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah, mengadakan Pembukaan Pekan Pendidikan Kristen 2019. Dengan PEPENKRIS 2019, marilah kita membangun masa depan bangsa dengan melakukan Pendidikan yang seimbang, fisik, rohani, karakter dan sosial, dengan fondasi yang kokoh yaitu Sabda Firman Tuhan. Sambil terus menumbuh-kembangkan rasa kepedulian yang tinggi.

Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Sumber; Warta Gereja edisi 1 September 2019

Kategori