Kedatangan-Nya Membawa Pemulihan

Bacaan I: Yesaya 11:1-10 Antar Bacaan: Mazmur 72:1-7, 18-19
Bacaan II: Roma 15:4-13 Bacaan Injil: Matius 3:1-12

Shaloom...
Bapak/Ibu dan Saudara yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus....
Masa Adven memiliki nuansa penantian akan kedatangan Sang “Tunas” dari tunggul Isai. Hal ini mengacu pada kelahiran Yesus Kristus Sang Juru selamat. Kedatangan sang “tunas” ini membawa pemerintahan yang baru, yakni pemerintahan yang memulihkan. Bukan pemerintahan yang menindas dan melukai. Pemulihan ini terjadi melalui dua hal :
Pertama melalui keadilan yang diwujudnyatakan dengan pembelaan terhadap kaum tertindas dan pulihnya sistem peradilan yang sehat.
Kedua melalui perdamaian yang diwujudnyatakan dengan pemulihan hubungan antar kelompok dan penerimaan terhadap satu akan yang lain meski dalam keadaan yang berbeda. Di sinilah umat sebagai pengikut Yesus Kristus diundang dan diteguhkan untuk mengalami pertobatan, yakni kembali ke perjuangan pemulihan yang dibawa oleh Sang “Tunas”. Memperjuangkan keadilan dan perdamaian kapanpun, di manapun, dan dalam situasi apapun.
Pada minggu Adven Kedua ini kita akan diajak untuk mengingat kembali makna kedatangan Kristus yang membawa pemulihan. Pemulihan ini berarti menyambung kembali hubungan antar personal maupun antar komunal yang retak dan tercerai berai. Dengan demikian kita sebagai pengikut Kristuspun terus menjadi mitra Allah untuk meneruskan karya pemulihan dengan memperjuangkan keadilan dan kedamaian.

Kehadiran Sang „Tunas” Yesus juga membawa suatu perubahan. Perubahan itulah seperti yang diserukan oleh Yohanes Pembaptis dalam bacaan Injil kita. Ia berseru, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat 3:2). Seruan itu merupakan sebuah seruan yang didengungkan terus menerus agar siapapun yang mendengarnya tertegur hatinya dan merelakan dirinya untuk mengalami pertobatan.
Pertobatan seperti apakah yang dimaksud oleh Yohanes? Pertobatan yang ia maksudkan adalah pemulihan diri dari yang hidupnya “sakit” menjadi “sembuh”. Hidup yang sakit adalah hidup yang berada dalam dosa dan tidak menghasilkan buah, tidak menjadi berkat dan bermanfaat bagi sesama. Oleh sebab itu pertobatan itu adalah pemulihan. Terjadi perubahan nyata dalam hidup bisa mengasilkan buah (Mat. 3:8) sehingga menjadi berkat dan bermanfaat bagi sesama.
Dengan demikian, di Minggu Adven Kedua ini, kita semua diajak untuk mengukur tingkat kesehatan kita, apakah kita masih dalam kondisi “sakit” atau sudah mulai berangsur-angsur “sehat”, pulih kembali, sehingga berubah dan berbuah menjadi berkat dan bermanfaat bagi sesama.
Selamat memasuki dan menghayati masa Minggu Adven yang ke II.
Tuhan Yesus memberkati kita....Amin
Penyusun
PH

 

Attachment Size
Warta Gereja 8 Des 2019 877.53 KB
Kategori