Imanuel: Pemenuhan Janji Pemulihan

Bacaan I: Yesaya 7:10-16;
Tanggapan: Mazmur 80:2-8, 18-20;
Bacaan II: Roma 1:1-7;
Bacaan Injil: Matius 1:18-25

Yesus Engkau yang tahu semua isi hatiku, Yesus Engkau mengerti semua kelemahanku.
Saat ku tak berdaya, saat ku ditinggalkan, Kau datang padaku menolongku.
KasihMu pulihkanku, KuasaMu sembuhkanku, HadirMu dalamku baharui hidupku.
KasihMu pulihkanku, kuasaMu sembuhkanku, Perjumpaan denganMu ubah hidupku.
(Kasih-Mu Pulihkanku)

Banyak hal yang membuat orang tidak sanggup dan tidak berani melangkah, salah satunya adalah ketakutan. Setiap orang pernah merasa takut dalam kadar tertentu dan memiliki sumber ketakutannya masing-masing. Seringkali ketakutan yang mencekam membuat seseorang tidak berdaya dan tidak dapat berfikir dengan akal sehat serta melakukan sesuatu di luar batas logika kewajaran.

Ada titik dimana seringkali orang Kristen mengalami tidak hanya mental yang terkunci, tidak berdaya tetapi juga spiritualitas. Spiritualitas yang tidak lagi bekerja secara semestinya tetapi hilang di telan ketakutan yang mencekam. Tidak ada lagi rasa damai, tenang, sukacita dan mantap menjalani kehidupan tetapi penuh dengan keraguan dan ketakutan.

Allah memanggil umatNya untuk percaya dan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan Sang Pencipta yang Maha Kuasa. Untuk percaya pada penyertaan, pertolongan dan janji Tuhan di tengah situasi yang sulit dan mencekam butuh iman yang mau selalu mendengarkan suara Tuhan dan petunjukNya. Kehadiran Sang Mesias menggenapi janji Allah yang tidak akan pernah meninggalkan umatNya, Dia menggiring perjalanan umatNya dan menciptakan pemulihan yang menyeluruh.

Pada minggu Adven IV ini umat diajak untuk mengimani Janji Allah yang teguh. Janji Allah tetap berlangsung bagi umatNya saat ini. Di tengah pergumulan hidup yang berat, Imanuel: Allah beserta kita, harus senantiasa menjadi pegangan hidup sehingga dimampukan untuk menghadapi setiap pergumulan, segala ketakutan dan melangkah bersama Tuhan. Bersama dengan Dia senantiasa ada karya yang indah dan pemulihan dalam hidup kita.

Imanuel, Allah beserta kita. Amin.

Sumber: Warta Gereja Edisi 22 Desember 2019

Kategori