Etos Kerja Kristen

Bacaan: 2 Tesalonika 3:6-13
Orang memperoleh pengetahuan dan ketrampilan supaya dapat bekerja. Kerja yang dimaksud di sini adalah definisi kedua menurut kamus besar bahasa Indonesia. Menurut kamus besar bahasa Indonesia online kerja berarti:

  1. kegiatan melakukan sesuatu; yang dilakukan (diperbuat);
  2. sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian;
  3. perayaan yang berhubungan dengan perkawinan, khitanan, dan sebagainya; pesta perjamuan; dan sebagainya

(lihat https://kbbi.we.id/kerja.html).
Cara dan tempat untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan bisa bersifat formal maupun tidak formal, resmi atau tidak.

Kerja didasari oleh etos. Apakah arti etos? Dalam buku yang berjudul Teologi Kerja Modern dan Etos Kerja Kristiani halaman 116 Jansen Sinamo dan Eben Ezer Siadari menerangkan etos sebagai berikut:

  1. Keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang, sekelompok orang, atau sebuah institusi.
  2. Perilaku khas suatu komunitas atau organisasi, mencakup motivasi yang menggerakkan, karakteristik utama, spirit dasar, pikiran dasar, kode etik, tata perilaku, sikap-sikap, aspirasiaspirasi, keyakinan-keyakinan, prisnsip-prinsip, dan standar-standar.
  3. Sehimpunan perilaku positif yang muncul sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang benar, komprehensif, dan integral.
  4. Orang, kelompok dan instansi yang bekerja dengan didasarkan pada teladan dan pengajaran yang terdapat dalam Alkitab, menurut Jansen dan Eben Ezer, beretos kerja Kristiani.

Nah, bacaan Minggu ini, 2 Tesalonika 3:6-13 mengajarkan tentang etos kerja Kristen. Mari, perhatikan!

Menurut Rasul Paulus orang harus bekerja (ayat 10). Orang yang tidak bekerja tidak boleh makan. Pengajaran ini sangat tegas. Tentu yang dimaksud di sini bukan semua orang. Ia tidak sedang menunjuk kepada bayi yang baru lahir, anak-anak yang belum mampu bekerja, orang-orang yang belum memperoleh kesempatan kerja, dan orang-orang yang lemah secara fisik dan mental. Rasul Paulus melihat dan mendengar ada orang yang sebenarnya bisa bekerja tetapi tidak bekerja, sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna (ayat 11). Selain ajaran tentang kerja, rasul Paulus juga mengemukakan teladan. Ia bekerja. Dan kerja itu dilakukan dengan sungguhsungguh, dengan usaha yang besar (ayat 8), dan dengan sikap tenang (ayat 12). Etos kerja ini merupakan tertib hidup (ayat 11). Orang yang tertib hidupnya akan bekerja.

Demikian sekelumit etos kerja Kristiani menurut kitab 2 Tesalonika 3:6-13.

Pengajaran tersebut merupakan bagian kecil dari etos kerja Kristiani. Bagian besarnya masih bisa digali, dan dipelajari. Mari perlajari secara individu maupun kelompok. Namun demikian, pengajaran ini besar sekali maknanya. Ia memberi pengertian dan pengetahuan. Apalagi bila pengajaran ini dilakukan. Selamat menggali dan menempuh etos kerja Kristiani.

Tuhan memberkati. Amin

Sumber Warta Gereja 17 November 2019

Kategori