Cekatan Menanggapi Persoalan Hidup

Bacaan: Lukas 16:1-13

Tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus antara lain menanggapi persoalan-persoalan hidup. Adalah benar bahwa setiap individu maupun kelompok: baik pengikut Kristus maupun bukan pengikut Kristus, pasti memiliki persoalan-persoalan hidup. Karena itu masing-masing menanggapinya menurut cara, kebiasaan dan kemampuannya. Dalam Injil Lukas, Tuhan Yesus mengajar supaya murid-murid-Nya (istilah yang dipakai adalah anak-anak terang) belajar kepada individu atau kelompok yang dalam hidupnya tidak memiliki orientasi kepada persoalan-persoalan kerohanian (istilah yang dipakai adalah anak-anak dunia).

Tuhan Yesus menempatkan bendahara atau manajer keuangan sebagai bagian dari anak-anak dunia. Ia bekerja pada suatu perusahaan keluarga dan terlibat dalam persaingan kerja. Pemilik perusahaan mendapat laporan yang menuduh ketidakjujuran manajer ini, lalu meminta pertanggungan jawab, dan memecatnya. Apa yang harus dipelajari darinya? Yang perlu dipelajari darinya adalah cara menghadapi persoalan hidup, khususnya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami.

Pemecatan ini berdampak besar baginya. Ia pun menanggapi pemecatan ini dengan cekatan dan cerdik. Ia menimbang-nimbang dampak pemecan ini. Ia memperlihatkan dampak fisik, dan sosio-psikologis pemecatan. Sebagai manajer keuangan, kekuatan fisiknya tidak memungkinkan untuk beralih kepada pekerjaan fisik: tukang, buruh tani, tukang pikul dan sebagainya. Manajer keuangan bekerja dengan banyak menggunakan kemampuan pikiran, manajerial dan komunikasi. Kemungkinan yang lain baginya adalah beralih profesi menjadi pengemis. Akan tetapi profesi pengemis, baginya, sungguh berdampak buruk secara psikologis. Ia akan malu menjalani profesi pengemis.

Karena itu dengan cekatan ia memanggil pihak-pihak yang bekerja sama dengan perusahaannya, khususnya yang berhutang. Mereka menyusun kembali surat perjanjian hutang atau restrukturisasi utang. Di sini manajer keuanan ini menjalin relasi, mencari kawan, dengan kemampuan komunikasinya, untuk menanggapi persoalan hidupnya. Cekatan. Inilah sikap yang ditunjukkannya sebagai anak-anak dunia. Sikap inilah yang dipuji oleh Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus tidak memuji ketidakjujuran manajer keuangan yang tidak jujur. Pemilik perusahaan memecatnya. Pemecatan tidak dibatalkan. Namun, yang dipuji oleh pemilik perusahaan adalah kecekatannya dalam menaggapi pemecatan itu. Setiap pengikut Kristus semestinya belajar dalam menanggapi persoalan hidupnya kepada manajer keuangan yang tidak jujur yang menghadapi persoalan hidupnya dengan cekatan. Kecekatan yang diterapkan para pengikut Kristus, tentu, harus tetap berpegang pada prinsip-prinsip hidup Kristen, ajaran-ajaran Tuhan Yesus. Selamat menanggapi persoalan-persoalan hidup. Tuhan memberkati.

Sumber: Warta Gereja Edisi 22 September 2019

Kategori