Allah Sumber Kekuatan Keluarga

Bacaan:
Yeremia 14 :7–10, 19 – 22; Mazmur 84: 2 – 8; 2 Timotius 4:6 – 18, 16 – 18; Lukas 18:9 – 14

Tema kotbah minggu ini adalah Allah sumber kekuatan keluarga melalui terang Firman Tuhan dalam Lukas 18: 9-14 tentang perkenan Tuhan kepada pemungut cukai yang rendah hati lebih dari orang Farisi yang membanggakan ketaatannya menjalankan semua syariat Tuhan. Lalu apa hubungan kehadiran Allah dalam keluarga sebagai sumber kekuatan dengan sikap dan perilaku rendah hati?

Kapan waktu terberat dalam pergumulan rumah tangga sehingga memerlukan campur tangan Tuhan? Ibu Pdt. Wahyu Purwaningtyas, pada kotbah PD Masa Bulan Keluarga hari ke V GKJ Manahan menekankan bahwa keadaan yang dihadapi saat ini adalah yang paling berat dihadapi keluarga. Kenapa tidak yang masa lalu ? Karena seberat pergumulan masa lalu, semua sudah dilalui.

Kalau kita menengok kebelakang, ada banyak hal-hal mustahil terjadi sehingga kita bisa melaluinya. Siapa yang menghadirkan hal mustahil di luar nalar kita, atau kemampuan kita bertindak, atau yang memampukan kita bertahan dalam derita. Seperti halnya Yeremia mencatat kasih Allah dalam perjalanan bangsa Israel yang “bebal”, Kita juga mengimani bahwa kita bisa melampaui semua pergumulan keluarga, walau keluarga kita penuh cacat dihadapan Tuhan hanya karena campur tangan Allah.

Lalu apa kaitanya dengan kerendahan hati ? Ibu Pdt. Retno Ratih dalam kotbah minggu yang lalu, menekankan perlunya usaha keras untuk menyatakan iman dalam doa dan kerja. Kita hanya berdoa dengan tekun, terus menerus dan mendalam kalau ada kesadaran diri tentang “siapa” kita yang penuh dengan kelemahan, dan hanya Tuhan yang dapat memberikan yang terbaik bagi kita.

Kita hanya dapat berdoa kalau hidup kita dipenuhi pertobatan total, dan itu terjadi karena rendah hati. Sementara itu kita menghargai berkat-berkat yang sudah Tuhan berikan sebagai asset untuk masa depan melalui kerja keras dan kerja cerdas.

Tantangan keluarga Kristen masa kini sungguh sangat berat luar biasa, tetapi Tuhan telah membuktikan penyertaannya menyertai kita sehingga dapat melalui masa-masa sulit dimasa yang lalu. Doa pribadi-doa keluarga-doa kelompok dan doa jemaat; serta kerja bersama-kerja keras dan kerja cerdas adalah menjamin hadirnya Tuhan sebagai sumber kekuatan dalam keluarga. Kuncinya adalah hati yang remuk, penuh pertobatan, penuh kerendahan hati di hadapan Tuhan dan sesama.

Sumber: Warta Gereja Edisi 27 Oktober 2019

Kategori