Renungan Warta Jemaat Edisi : Minggu, 01 Maret 2009

Warna Liturgi Ungu

Bacaan Leksionari

I : Kejadian 9 : 8 – 17;
II : Mazmur 25 : 1 – 10
Mazmur 25 : 1 – 10;
III : Markus 1 : 9 – 15

Jika manusia berdosa menerima hukuman, itu sudah sewajarnya. Tetapi jika Allah kemudian memberikan perjanjian bahwa Ia tidak lagi menghukum manusia, ini benar – benar kasih karunia. Dalam hal pelangi sebagai tanda perjanjian Allah, tampak jelas kemurahan dan kerendahan hati Allah di depan manusia yang sebenarnya tidak sebanding dengan diri-Nya. Demikian pula ketika Yesus secara aktif menerima pelayanan baptisan, Ia membiarkan diri-Nya disamakan dengan manusia yang berdosa, padahal Ia tidak berdosa. Kristus yang mati untuk kita, "Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar" benar-benar menegaskan bukan hanya kerendahan-Nya, tetapi kasih-Nya yang sangat besar kepada manusia.

Kunjungan dari The Alliance For Conflict Transformation (ACT) Kamboja

Pada hari Jumat, 20 Pebruari 2009 lalu, GKJ Manahan menerima tamu dari The Alliance For Conflict Transformation (ACT) Kamboja. ACT adalah sebuah organisasi non pemerintah (NGO) yang bergerak di bidang perdamaian. Secara lebih khusus lagi lembaga ini mempromosikan tentang perdamaian melalui berbagai pelatihan, melakukan upaya rekonsiliasi antar kelompok yang mengalami konflik dan juga melakukan banyak penelitian tentang penyebab terjadinya konflik.

Peringatan 80 tahun GKJ Manahan

Jemaat GKJ Manahan yang terkasih,
Puncak kegiatan peringatan 80 tahun GKJ Manahan telah berlangsung pada selasa, 10 Pebruari 2009. Dihadiri lebih dari 900 an orang, walaupun dalam kesederhanaan, namun terasa khidmat.

Bersinar Bagi-Nya

Bacaan Leksionari
PL: II Raja-raja 2:1 – 12;
PB: II Kor. 4 : 3 – 6;
Injil: Markus 9 : 2 – 9
Tanggapan: Mazmur 50 : 2 – 7

Saat ini Gereja memasuki Minggu Epiphany VII. Minggu terakhir sebelum hari Rabu Abu sebagai tanda awal masa puasa, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 25 Pebruari 2009. Minggu Epiphany VII disebut pula Minggu Quinguagesima. Dari bahasa latin yang berarti hari kelima puluh sebelum paskah. Sebutan Minggu Quinguagesima mulai dikenal dalam Misale Romanum, yaitu buku misa resmi untuk Gereja Katholik Roma. Gereja-gereja protestan seperti GKJ, awalnya kurang peduli dengan sebutan-sebutan khas untuk hari-hari Minggu sepanjang tahun liturgi. Syukur kepada Allah, setelah Sinode GKJ menerbitkan Buku Agenda, sebutan-sebutan tersebut mulai diperkenalkan, sekalipun belum disertai penjelasan.

Pemulihan Hidup Berdasarkan Anugerah Dan Iman

Bacaan Leksionari: II Raja-raja 5:1-14; Markus 1:40-45

Minggu yang lalu kita membahas tema "Dipulihkan Untuk Memulihkan." Melalui pembahasan tersebut, kepada kita dibentangkan pemahaman bahwa hidup manusia telah, sedang dan akan dipulihkan oleh Tuhan Allah melalui karya Tuhan Yesus Kristus. Setiap orang yang telah menerima pemulihan, baik secara pribadi maupun bersama dengan komunitasnya, diberi tugas memberitakan dan memelihara pemulihan tersebut. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa setiap orang yang telah dipulihkan diberi tugas untuk memulihkan.

Dipulihkan untuk Memulihkan

Bacaan Leksionari
PL: Yesaya 40:21-31, Mazmur 147:1-11
PB: 1Korintus:9:16-23; Markus 1:29-39

Makna dari judul itu menurut saya adalah sebuah perintah yang artinya "bagi siapa saja yang telah dipulihkan diperintah untuk kemudian memulihkan orang lain".