Kepuasan Manusiawai Memusnahkan Kehidupan

Bacaan Leksionari

PL : Yesaya 50 : 4 – 9a
PB : Filipi 2 : 5 – 11
Tanggapan : Mazmur 31 : 9 – 16
Injil : Markus 15 : 15

Dalam hidup ini, manusia seringkali mengejar kepuasan duniawi. Ada dua macam kepuasan duniawi, yaitu kepuasan akan hal-hal yang berupa materi, seperti uang dan benda-benda berharga; dan kepuasan non-materi, seperti pangkat, kedudukan dan kehormatan. Ketika manusia mengejar kepuasan duniawi, maka hatinya dan seluruh kegiatannya akan diarahkan kepada hal-hal yang duniawi, yang sekiranya akan bisa membuatnya merasa puas. Demi mengejar kepuasan manusiawi, seseorang sampai hati kepada temannya. Demi kepuasan duniawi, seseorang mau mengurbankan diri.

Mengampuni

Bacaan Leksionari

PL : Yeremia 31 : 31 – 34
PB : Ibrani 5 : 5 – 10
Tanggapan : Mazmur 51 : 1 – 12
Injil : Yohanes 12 : 20 – 33s

Bp/Ibu/Sdr yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Sebuah kenyataan bahwa manusia hidup dalam perbedaan-perbedaan, diantaranya sikap hidup, cara hidup, gaya hidup, kondisi sosial ekonomi dan masih banyak hal yang menyebabkan manusia berkompetensi untuk menjadi terbaik/tertinggi diantara sesama, yang semuanya itu menjadikan manusia mudah berseteru dengan sesama.

Engkau Berharga di Mata-Ku

Bacaan Leksionari

PL: Kejadian 17 : 1 – 16
Tanggapan: Mazmur 22 : 23 – 31
PB: Roma 4 : 13 – 25
Injil: Markus 9 : 2 – 9 atau Markus 8 : 31 – 38

Bagi orang pada umumnya penderitaan harus dihindari. Dalam hidup ini jangan sampai rugi baik secara material ataupun yang non material, apalagi harus kehilangan nyawa. Tetapi bagi Yesus, cara pandang yang seperti ini tidak berlaku.

Puasa: Memberlakukan Kasih dan Keadilan

Tujuan:
Jemaat menghayati makna Puasa dengan cara melakukan karya Allah yang membebaskan, sehingga mereka terdorong untuk memberlakukan kasih dan keadilan.

I. PENDAHULUAN

Tradisi PUASA sudah lama menghilang dari kehidupan komunitas Gereja-gereja Kristen Jawa. Maka tak perlu heran, manakala tradisi ini hendak dihidupkan kembali (dimulai sekitar 1998) sebagai suatu disiplin rohani yang mendukung pembinaan spiritualitas Kristen, lalu banyak warga gereja yang kaget. "Lho… kok kita tiru-tiru agama lain", ungkap seorang warga. "Ya, buat apa kita berpuasa, kan Tuhan Yesus sudah berpuasa untuk kita" tambah seorang aktivis di sebuah gereja. Sungguh pun demikian, Puasa tetap dianjurkan untuk dilakukan di GKJ, antara lain melalui berbagai kegiatan yang dimotori oleh LPP Sinode (Lembaga Pengaderan dan Pembinaan Sinode) GKJ dan GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah. Puasa yang dianjurkan adalah Puasa menjelang Paskah dalam kegiatan MPDK (Masa Penghayatan Dasar Kekristenan).

Komisi Adiyuswa (KADI) Masa Bhakti Tahun 2008 s/d Tahun 2010

Visi dan Misi:
Visi: Terwujudnya adiyuswa yang tenteram (sejahtera) sebagai kawan sekerja Allah di dalam karya penyelamatan Allah atas dunia.
Misi: Membina, memberdayakan, memfasilitasi, agar adiyuswa tetap eksis mampu terus berbuah. (Mampu melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan gereja).

Masa Penghayatan Dasar Kekristenan (MPDK) 2009

Sehubungan dengan telah dimulainya Minggu Pra Paskah dalam rangka menghayati "Karya Keselamatan dalam diri Yesus Kristus". Panitia MPDK telah menyiapkan berbagai kegiatan dengan

Tema: "Gereja Berperan Serta Mewujudkan Pemulihan Keutuhan Ciptaan dalam Rahmat Allah".
Sub Tema: "Kematian Dan Kebangkitan Kristus Meneguhkan Karya Pemulihan Allah untuk Semua Ciptaan".