Kotbah

Daftar Kotbah GKJ Manahan

Ibadah minggu (13/3) jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th, menggunakan liturgi khusus pra-paskah minggu pertama. Kotbah didasarkan dari bacaan Injil Matius 4: 1-11. Pdt. Widya dalam kotbahnya menyatakan bahwa jati diri setiap manusia akan nampak dalam situasi kritis. Kedirian kita yang otentik akan terlihat dalam kondisi kritis, tertekan atau kondisi-kondisi yang sangat buruk. Dan sebaliknya, dalam kondisi normal, manusia cenderung bisa menyembunyikan sifat aslinya.

Ibadah jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, dengan kotbah yang didasarkan Matius 6: 25-34. Dalam kotbahnya, Pdt. Ratih menyatakan bahwa dalam perikop tersebut ada setidaknya enam kata 'kuatir'. Tuhan Yesus mengungkapkan supaya jangan kuatir. Kuatir adalah pengalaman yang secara umum dapat menimpa semua orang temasuk kita dalam kehidupan sehari-hari. Sekalipun bentuk dan waktu kuatirnya memang berbeda-beda. Ada yang kuatir mengenai ujian yang akan dihadapi anak, pergaulan anak, dan lain sebagainya.

Kotbah

Dalam ibadah minggu (20/2) jam 08.30 WIB GKJ Manahan menerima pelayanan dari Pdt. Dwi Wahyu Prasetyo, S.Si dari GKJ Wonosari Gunung Kidul. Pertukaran pelayanan ini dilaksanakan dalam rangka hari ulang tahun Sinode GKJ yang ke-80. Menyertai pelayanan Pdt. Wahyu, tampil Paduan Suara Gita Efrata, Wilayah 9 GKJ Wonosari yang menyanyikan dua lagu berjudul “Jangan Kamu Takut” dan “Eling”.

Kotbah

Ibadah Minggu (13/2) jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo. Dalam ibadah ini, berlangsung pula sakramen perjamuan kudus. Kotbah dengan tema ketaatan didasarkan pada Injil Matius 5: 21-37. Dalam kotbahnya, Pdt. Widya menyatakan bahwa menjadi orang yang taat itu sangat baik. Tetapi jika ketaatan itu hanyalah sekedar taat, itu tidak baik. Taat yang sesungguhnya haruslah disertai dengan kesungguhan hati, bukan karena diawasi. Dalam kehidupan bergereja, mungkin ada diantara kita yang hadir dalam ibadah karena merasakan sebagai suatu kewajiban. Bukan karena panggilan Allah untuk kita bersekutu denganNya.

Ibadah Minggu (6/2) jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th yang mendasarkan kotbahnya dari bacaan Matius 5: 13-20. Dalam kotbahnya, Pdt. Widya menyatakan bahwa sering kali kita mendengar istilah “Gereja dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia”. Ungkapan ini rasanya kurang tepat. Yesus tidak mengatakan bahwa kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Tetapi, kita-lah garam dan terang dunia itu. Panggilan kita adalah berfungsi sebagai hakikat kita, yaitu garam dan terang dunia.

Ibadah jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih SH, M.Th, dengan kotbah yang didasarkan Injil Yohanes 1: 1-18, dengan ayat nats dari Yohanes 1: 4. Kita pantas bersyukur telah memasuki tahun 2011, salah satunya karena di tahun 2011 ini kita masih diberi kehidupan. Bukankah banyak orang yang hidup tahun 2010, tetapi tidak semua masih hidup di tahun 2011 ini. Kita patut bersyukur atas hidup kita, karena hidup kita ini adalah milik Allah. Kehidupan seperti apa yang kita harapkan di tahun 2011 ini? Apakah harapan kita di tahun 2011 ini adalah hidup kita mengalami tahun berkat, hidup berkepenuhan, berkelimpahan, dan kehidupan yang bermakna?

Dalam ibadah pagi dan siang, minggu (26/12), di GKJ Manahan dilayankan sakramen sidi, baptis dewasa dan anak. Dalam suasana Natal ini, tampak banyak jemaat yang menerima sakramen, tercatat 11 orang menerima sakramen sidi dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th, sedangkan 2 orang menerima sakramen baptis dewasa dan 19 anak mengikuti baptis anak dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si.

Sabtu pagi (25/12) 2010, sejak pukul 05.30 GKJ Manahan sudah dihadiri banyak jemaat yang hendak mengikuti kebaktian Natal. Hari ini, di GKJ Manahan diadakan 2 ibadah Natal, jam 06.30 & 09.00 WIB. Ibadah dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si untuk ibadah jam 06.30 WIB, sedangkan ibadah berikutnya dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th. Dengan Tema “Memulihkan Wajah Kehidupan”, kotbah didasarkan pada bacaan Leksionari dari Yesaya 52: 7-10; Mazmur 98; Ibrani 1: 1-12 dan Yohanes 1: 1-4.

Hari yang dinanti-nanti telah datang, jumat (24/12) sejak pukul 17.00 WIB jemaat sudah memadati Gereja Kristen Jawa Manahan. Ibadah yang dimulai jam 18.00 WIB ini dilayani oleh Pdt. DR. Yosef MN Hehanusa, M.Th dari Universitas Kristen Duta Wacana. Ibadah dimulai dengan prosesi perarakan Lilin Natal, Kitab Suci, Pengkotbah dan Para Majelis diiringi nyanyian Kidung Jemaat 109 Hai Mari Berhimpun.

Minggu (19/12) jemaat GKJ Manahan merayakan Minggu Advent IV. Ibadah jam 06.30 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th dengan kotbah yang didasarkan pada bacaan leksionari dari Yesaya 7: 10-16, Mazmur 80: 1-7 & 17-19, Roma 1: 1-7 dan Matius 1: 18-25. Pdt. Widya menyatakan bahwa setiap orang pasti pernah mengalami kondisi darurat ataupun kritis, entah karena kecelakaan, sakit maupun kondisi lainnya. Dengan kondisi ini, manusia cenderung melakukan usaha menyelamatkan diri, kalau tidak bisa menyelamatkan diri, maka akan minta pertolongan dari orang lain. Sering kali usaha manusia mencari pertolongan dengan mengabaikan Allah, akibatnya seringkali keputusan-keputusannya tidak akan mengeluarkannya dari masa kritis, malah memperparah kondisinya.

Pages