Kotbah

Daftar Kotbah GKJ Manahan

Dalam ibadah pagi hari ini, Minggu (24/7) Jemaat GKJ Manahan merayakan Hari Anak. Ibadah dikemas menggunakan lirtugi khusus Hari Anak dengan melibatkan anak-anak untuk berperan dalam ibadah. Diawali dengan perarakan anak-anak dengan Pendeta dan Majelis memulai ibadah, selain itu, banyak pula anak yang terlibat dalam musik dan pemandu nyanyian jemaat. Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny melayani dalam ibadah pagi, mendasarkan kotbahnya dari Efesus 6: 1-4

Ibadah minggu (17/7) di GKJ Manahan, jam 18.00 WIB dilayani oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si. Kotbah didasarkan dari Matius 13: 36-43. Dalam ibadah ini, grup band Biji Sesawi memberikan persembahan pujian berjudul Sukacita Penuaian. Di awal kotbahnya, Samuel menyatakan bahwa lagu yang dinyanyikan sesuai dengan penggambaran tentang biji gandum, yang menabur dengan mencucurkan air mata pasti akan pulang dengan sorak sorai, yang menabur sambil menangis akan pulang membawa berkas-berkasnya, sebagaimana juga dinyatakan oleh pemazmur dalam Mazmur 126: 1-6 yang mengungkapkan realita dalam kehidupan anak-anak Allah. Bangsa Israel juga mengalami keadaan hidup yang membuat mereka mencucurkan air mata. Kehidupan bangsa Israel sebagai umat Allah tidak lepas dari pergumulan kehidupan. Mereka harus berjuang mempertahankan hidup ditengah ancaman bangsa-bangsa sekitar mereka yang ingin menguasai tanah mereka. Mereka harus bertahan dalam kondisi ekonomi yang minimal. Sebab mereka baru saja keluar dari pembuangan.

Ibadah Minggu (10/7) GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si. Kotbah didasarkan dari Yesaya 55: 10-13 dan Matius 13: 1-9, 18-23 Pengajaran Yesus Kristus tentang perumpamaan seorang penabur. Berikut ini ringkasan kotbahnya.

Hari ini, Senin (13/6) di GKJ Manahan telah diselenggarakan Persekutuan Doa Masa Pentakosta Tahun 2011. Persekutuan Doa hari pertama ini menyatakan tema "Kasih dan Sukacita" dengan kotbah yang didasarkan dari Galatia 5: 22-26. Kotbah disampaikan oleh Pdt. Nunung Istining Hyang, S.Si dari GKJ Joyodiningratan.

Berikut ini ringkasan kotbahnya. Dari buah perbuatan kita, dari apa yang bisa dilihat orang lain dari diri kita, orang akan tahu apa yang bekerja di dalam diri kita, apakah kedagingan atau Roh Kudus. Tentunya kita dalam masa pentakosta ini menghayati bagaimana peran Roh Kudus dalam kehidupan kita. Dalam bacaan Firman Tuhan disebutkan buah-buah roh.

Kebaktian minggu, 12 Juni 2011
Hari minggu ini istimewa karena pada hari ini kita memperingati pencurahan Roh Kudus kepada para rasul setelah kenaikan Tuhan Yesus ke surga. GKJ Manahan Surakarta memperingati hari turunnya Roh Kudus bersamaan dengan Riyaya unduh-unduh sebagai ucapan syukur kepada Tuhan yang telah memberkati kita dengan bumi dan seluruh isinya.

Jemaat GKJ Manahan hari ini, Kamis (2/6) mengadakan ibadah peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Ibadah hari ini diadakan 2 kali, yaitu ibadah pukul 06.30 dan 08.30 WIB, adapun Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, Mth melayani di ibadah jam 06.30 WIB. Kotbah didasarkan pada bacaan Leksionari dari Kisah Para Rasul 1: 1-11, Mazmur 93, Efesus 1: 15-23 dan Bacaan Injil dari Lukas 24: 44-53. Dalam kotbahnya, Pdt. Ratih menyatakan mengenai masa Pentakosta yang dimulai hari ini dengan memperingati kenaikan Tuhan Yesus. Secara teologis, kita pantas bersyukur, karena setiap saat kita memperingati kenaikan Tuhan Yesus kita diingatkan bahwa Kristus Yesus Tuhan kita memiliki kekuasaan yang melampaui ruang. Dia tidak terbatas kekuasaannya, dan di Surga Ia menyediakan tempat bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Setiap orang percaya memiliki kepastian bahwa Allah menyediakan tempat di surga. Disaat yang sama, Tuhan Yesus mengingatkan tanggung jawab yang harus kita lakukan. Secara fisik Tuhan Yesus sudah tidak menyertai tetapi kuasa yang diberikanNya terus menyertai para murid untuk meneruskan karya keselamatan Kristus kepada dunia supaya dunia diselamatkan.

Ibadah minggu (29/5) jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Tanto Kristiono, S.Th, M.Min dengan kotbah yang didasarkan dari bacaan leksionari Injil Yohanes 14: 15-21 dan Surat 1 Petrus 3: 13-19. Berikut ini ringkasan kotbahnya. Jika kita melihat orang kristen rajin beribadah di gereja adalah hal yang biasa, demikian juga jika kita melihat orang kristen memberikan persembahan, berbuat baik, itu biasa. Tidak ada hal aneh dari hal itu. Bukanlah sesuatu yang istimewa bila orang kristen rajin berdoa dan memperhatikan orang lain. Karena demikianlah yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Orang kristen yang aktif dan menjadi pemimpin di gereja juga bukanlah hal yang istimewa.

Ibadah minggu (22/5) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th. Dalam ibadah ini dilangsungkan pula sakramen Perjamuan Kudus. Kotbah didasarkan dari Yohanes 14: 1-14. Berikut ringkasan kotbahnya. Dalam kehidupan sehari-hari tentunya sering kita menyaksikan peristiwa orang meninggal, kita juga mungkin pernah mengalami ditinggalkan oleh orang-orang yang dekat dengan kita. Peristiwa ini tentunya sering meninggalkan duka, ada perasaan sesuatu yang hilang. Ada perasaan yang secara fisik dan psikis membuat orang yang ditinggalkan menjadi tidak berdaya.

Ibadah jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th, dengan kotbah yang didasarkan pada I Petrus 2: 18-25. Berikut ini ringkasan kotbahnya. Ancaman penderitaan yang dinyatakan dalam Surat I Petrus 2: 18-25 sangat nyata. Penderitaan itu dialami oleh orang-orang kristen yang masa itu berasal dari golongan masyarakat miskin. Banyak yang berstatus sebagai budak, sebagai orang-orang yang kehilangan haknya untuk hidup dan memiliki masa depan. Penganiayaan sudah menjadi hal yang sering mereka alami. Saat itu belum ada aturan yang membatasi perlakuan kepada para budak.

Ibadah minggu GKJ Manahan (8/5) jam 18.00 WIB menggunakan Liturgi Minggu II, dilayani oleh calon pendeta GKJ Manahan, Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si. Kotbah didasarkan dari Injil Lukas 24: 28-32. Kotbah diawali dengan visualisasi video seorang anggota polisi yang mendadak populer di dunia maya akhir-akhir ini. Tentunya kita tahu mengenai Briptu Noorman Camaru, yang mendadak mendapat peliputan dari media massa karena perbuatannya. Kehadiran Briptu Noorman Camaru ini dengan gayanya yang khas memberikan sesuatu yang baru dalam dunia pertelevisian.

Pages