Kotbah

Daftar Kotbah GKJ Manahan

Ibadah hari ini (20/5) di GKJ Manahan menggunakan Liturgi Khusus Minggu Paskah ke VII dengan tema “Doa dan Kesaksian Kita”. Sdr. Sularto melayani dalam ibadah jam 18.00 WIB di gereja induk, dengan kotbah yang didasarkan pada bacaan leksionari diantaranya Kisah Para Rasul 1: 16-17, 21-26; Mazmur 1: 1-3; I Yohanes 5: 9-13; Injil Yohanes 17: 6-16.

Bagaimana kita menghayati doa? Sebenarnya apakah doa itu? Apakah doa telah menjadi sekedar formalitas religius kita - ketika kita mensyukuri berkat Tuhan maka kita ucapkan syukur dengan berdoa? Sering kali kita anggap doa hanyalah rutinitas, sehingga kita kehilangan makna bahwa doa adalah ketika kita membangun komunikasi dan relasi dengan Allah.

Ibadah Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga di GKJ Manahan kamis (17/5) lalu diselenggarakan dua kali, dilayani oleh Pdt. Yusak Tridarmanto, Th.M dari Fakultas Theologia Universitas Kristen Duta Wacana. Dalam ibadah pagi, jam 06.30 WIB, Keroncong Senandung Kasih blok VII mempersembahkan pujian “Semesta Bernyanyi” & “Tuhan Pelindungku”.

Menyambut masa Pentakosta, jemaat GKJ Manahan Surakarta menyelenggarakan Persekutuan Doa Masa Pentakosta pada hari Senin (14/5) yang lalu. Pdt. Hida Diyanto, M.Si dari GKJ Cakraningratan melayani pemberitaan Firman Tuhan yang didasarkan dari bacaan Roma 5: 1-5, I Petrus 1: 6-7. Di awal kotbahnya, Pendeta Hida Diyanto memberikan pertanyaan : “Apa yang menyebabkan penderitaan?” Kalau kita belajar dari kesaksian Alkitab, penderitaan bisa muncul karena rupa-rupa pencobaan. Tuhan Yesus pernah dicobai iblis, demikian pula Ayub dan Yusuf.

Kebaktian pada jam 06.30 dipimpin oleh Pdt. Santosa Budi Harjono, M.Th. Pada kebaktian ini diadakan pula perjamuan kudus reguler. Pdt. Santosa Budi Harjono, M.Th menyampaikan Firman yang diambilkan dari Yohanes 15:9-17.
Dalam kotbah diceritakan seorang hamba bekerja bukan dengan tulus namun karena mengharapkan upah. Oleh sebab itu seorang hamba tidak akan pernah mendapat bagian dalam warisan tuannya. Dahulu kita adalah hamba namun karena kasih Tuhan, kita telah menjadi sahabatNya. Yesus begitu mengasihi kita bahkan Yesus rela memberikan nyawaNya untuk kita- sahabatNya (Yoh15:13). Namun tidak begitu saja kita bisa menjadi sahabat Yesus, ada syarat yang harus kita penuhi yaitu: berbuat seperti apa yang Tuhan perintahkan (ay14). Perintah Tuhan adalah supaya kita saling mengasihi seperti Tuhan sudah mengasihi kita (ay12). Bukan dengan kasih sembarang kasih namun dengan kasih Agape. Agape berarti kasih yang teragung, seperti kasih yang Tuhan berikan bagi kita. Di dalam Alkitab berbahasa Yunani bahkan ditulis dengan istilah agapete, yang berarti kasih yang timbal-balik.

Hari minggu ini (6/5) jemaat GKJ Manahan memasuki masa perayaan Pentakosta, diawali dengan ibadah khusus pembukaan masa Pentakosta. Dan depanjang hari ini, memperingati hari bumi dalam semua jam ibadah di GKJ Manahan secara simbolis dilakukan penanaman pohon palem oleh pengkotbah, dan menyerukan ajakan bagi seluruh warga blok di GKJ Manahan Surakarta untuk menanam pohon palem.

Ibadah hari ini dilayani bergantian oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si dan Vikaris Samuel Arif Prasetyono, S.Si. Kotbah didasarkan dari bacaan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes, Pasal 15:1-8. Di awal kotbahnya, disinggung mengenai peristiwa kekerasan yang beberapa hari lalu terjadi di kota Solo. Menurutnya, peristiwa tersebut mengakibatkan harmoni atau keselarasan kota Solo menjadi rusak. Tidak hanya kerusakan materi, fisik, psikologis - ada ketakutan-ketakutan masyarakat yang membangun portal dari kayu -, juga ada dendam.

Ibadah minggu (29/4) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Mungki Aditya Sasmita, MA menggunakan liturgi minggu II. Dengan tema “Tuhan Gembala yang Baik”, Pendeta Mungki menyatakan Berita Anugerah dan Petunjuk Hidup Baru dari Yehezkiel 34:15-16 dan Yohanes 15: 4-5.

Minggu ini (8/4) diperingati sebagai Fajar Paskah dimana Yesus Kristus - yang tersalib menebus segala dosa manusia - telah bangkit dari kematian. Jemaat GKJ Manahan merayakannya dengan ibadah paskah bersama yang dimulai jam 05.00 WIB dengan perarakan jemaat yang dipimpin oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si

Kotbah didasarkan dari bacaan Leksionari dari Kisah Para Rasul 10:34-43; Mazmur 118:1,2; I Korintus 15: 1-11 dan bacaan Injil Yohanes 20:1-18.

Aku telah melihat Tuhan. Itu yang dikatakan Maria, yang menjadi tema paskah bagi Sinode GKJ. Tuhan yang mana yang dilihat Maria? Tentu Tuhan yang bangkit. Setelah peristiwa yang menegangkan beberapa hari yang lalu, Maria bertemu dengan Yesus. Bisakah kita banyangkan ekspresi Maria yang bertemu Tuhan? Dibandingkan dengan ekspresinya ketika kematian Yesus?

Kematian Yesus Kristus menebus dosa manusia, diperingati jemaat GKJ Manahan dengan menyelenggarakan ibadah Jumat Agung bersama. Ibadah dimulai dengan litani dan memuji Tuhan bersama sebelum dimainkan peran drama tentang kisah penyaliban Yesus Kristus.

Kamis putih sebagai salah satu rangkaian dari 3 hari suci masa paskah diperingati jemaat GKJ Manahan dengan sakramen perjamuan kudus bersama. Ibadah diselenggarakan jam 17.00 WIB dan 19.00 WIB dengan menggunakan liturgi khusus. Dalam ibadah dilaksanakan pula prosesi pembasuhan kaki oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany kepada beberapa jemaat sebagai pengingat akan teladan yang telah dilakukan Yesus kepada para muridNya sebelum melaksanakan perjamuan kudus.

Ibadah Hari Raya Minggu Palem hari ini, Minggu (1/4) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si. Ibadah berlangsung menggunakan liturgi khusus, diawali dengan perarakan Pendeta, Majelis dan beberapa anak anggota paduan suara Magnificat melambaikan daun palem, memperingati kadatangan Yesus Kristus ke kota Yerusalem.

Dalam kotbahnya, Pendeta Fritz mengajak jemaat memikirkan kembali menganai mantan Presiden RI, Soeharto. Ada banyak cara yang digunakan rakyat untuk untuk menyatakan rasa cintanya kepada Presiden Soeharto ini. Semuanya ditata dengan rapi untuk menyambut Presiden Soeharto? Tapi pada tahun 1997, setelah krisis ekonomi, banyak rakyat yang semula memuja berubah menjadi menghujat. Hal ini menunjukkan ada perubahan cara menyambut seseorang. Ada kalanya kita disambut dengan penuh hormat, namun ada perubahan sikap penerimaan yang mungkin membuat kita merasa dibenci oleh orang yang semula sayang kepada kita. Betapa pahit pengalaman seperti itu.

Pages