Kotbah

Daftar Kotbah GKJ Manahan

Ibadah Minggu, 7 Juli 2013 “Sikap Terhadap Dosa”

Ibadah Minggu (7/7) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si dengan bacaan Galatia 6: 1-16 menjadi dasar pemberitaan Firman Tuhan. Di awal kotbahnya, Pendeta Fritz menganalogikan kehidupan dengan permainan sepak bola. Dalam sebuah pertandingan, ada seorang pemain yang sungguh-sungguh menggiring bola akan tetapi menjelang gawang lawan, sengaja menjatuhkan diri berpura-pura kesakitan, atau dalam istilah lain diving, dan hal ini membuat penonton bersorak kecewa.

Ibadah Minggu, 14 April 2013 "Kesaksian Hidup Orang Kristen"

Ibadah Minggu (14/3) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si dengan kotbah yang didasarkan dari Kisah Para Rasul 9: 1-9 mengenai kisah pertobatan Saulus. Dalam kotbahnya, Pendeta Fritz menyatakan bahwa dalam kehidupan beragama, sebagai seorang pribadi tentunya ada yang kita harapkan dari sebuah lembaga keagamaan. Dalam situasi tidak menentu seperti sekarang ini, tentunya ada rasa prihatin yang sangat besar, sehingga muncul harapan lembaga-lembaga agama -salah satunya Gereja- bisa memberikan jawaban yang tidak bisa diberikan oleh partai-partai politik. Bukankah kita rindu orang-orang beragama bisa memberikan pencerahan saat kita sedang ada dalam kegelapan, dalam situasi masyarakat yang kurang baik saat ini. Faktanya kadang jauh dari yang kita harapkan. Lembaga-lembaga agama yang diharapkan bisa menjadi organisasi yang memperjuangkan kasih dan keadilan justru menjadi pejuang ketidakadilan.

Demikian pula dengan Saulus. Dia adalah orang Farisi. Generasi muda dari kelompok Farisi yang memiliki prestasi luar biasa, orang-orang yang sedemikian mencintai agamanya. Saulus yang sangat mengerti ajaran agama malahan mengejar-ngejar orang lain untuk membunuh pengikut Kristus. Organisasi agama waktu itu bersekongkol melakukan kejahatan-kejahatan. Ada orang-orang yang melakukan kejahatan atas nama agama dan merasa berhak melakukan itu sebagai tindakan yang benar. Mereka melakukan itu berdasarkan kebenaran versi mereka sendiri. Yang patut kita syukuri, bahwa orang yang sedemikian jahat dengan pembenaran-pembenaran versinya sendiri, kini telah disadarkan oleh Tuhan Yesus sendiri yang telah bangkit dari antara orang mati.

Ibadah Minggu, 17 Februari 2013 "Tuntunlah Kami Menurut RencanaMu, Menyatakan Keadilan dan Perdamaian"

Bertepatan Minggu Paskah Pertama dan HUT Sinode ke 82, hari ini (17/2) Jemaat GKJ Manahan dalam pelayanan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Em. Widiatmo Herjanto, S.Th belajar tentang tema "Tuntunlah Kami Menurut RencanaMu, Menyatakan Keadilan dan Perdamaian". Kotbah didasarkan pada bacaan leksionari Ulangan 26: 1-11, Mazmur 91:1-2, 9-16, Roma 10: 8b-13, Lukas 4: 1-13.

Dalam kotbahnya, Pdt. Em. Widiatmo Herjanto, S.Th menyatakan bahwa kita sebagai warga jemaat Gereja Kristen Jawa pantas mensyukuri HUT ke-82 Sinode GKJ. Bahwa selama 82 tahun perjalanan panjang ini, berkat Tuhan tidak pernah habis dan Gereja-Gereja Kristen Jawa semakin bertumbuh dan berkembang.

Ibadah Perjamuan Kudus, 10 Februari 2013 "Tidak Malu, Tidak Takut"

Ibadah Perjamuan Kudus hari ini, Minggu (10/2) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si. Berita Anugerah dan Petunjuk Hidup Baru didasarkan dari Ibrani 11: 11-13 dan 1 Petrus 4: 15-16. Pelayanan Firman Tuhan didasarkan dari Injil Lukas 9: 28-36. Dalam kotbah berjudul "Tidak Malu, Tidak Takut". Kalau membicarakan masalah perasaan malu, Kitab Suci Perjanjian Lama dan Baru banyak menyatakan mengenai hal itu. Dalam mazmur dan ezra, dalam Yoel : janji Tuhan untuk bangsa Israel bahwa umatNya tidak akan menjadi malu lagi. Kita melihat bahwa perasaan malu merupakan bagian kehidupan bangsa Israel dan juga orang-orang kristen.

Manusia dalam sepanjang sejarah kehidupannya pasti akan mengalami perasaan malu. Dalam perspektif injil Lukas, jika kita melihat perikop sebelumnya, ada dua persoalan yang dihadapi orang percaya waktu itu. Ada beberapa orang Kristen yang takut kehilangan nyawa karena Kristus. Ayat 26 menyatakan persoalan kedua, yaitu adanya orang yang malu karena Kristus, malu karena perkataan Kristus.

Ibadah Minggu, 6 Januari 2013 “Penampakan Allah kepada Manusia”

Hari ini, jemaat GKJ Manahan Surakarta memperingati Minggu Epifani dalam peribadatan. Ibadah jan 16.00 WIB dilayani oleh Pendeta Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si dengan menggunakan liturgi minggu pertama. Pemberitaan Firman Tuhan didasarkan dari Matius 2: 1-12. Dalam kotbah yang disampaikannya, Pendeta Fritz menyatakan bahwa Minggu Epifani menurut kalender gerejawi adalah minggu peringatan Tuhan menampakkan diri kepada umatNya. Dalam bacaan injil di atas, bintang yang kelihatan di sisi timur oleh orang-orang majus tersebut menyatakan tanda yang baik bagi bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa lain.

Ibadah Tutup Tahun 2012 "Hati Bijaksana Memancarkan TerangNya"

Dipenghujung tahun 2012, hari ini (31/12) jemaat GKJ Manahan berefleksi bersama dalam ibadah Tutup Tahun dipimpin oleh Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA. Ibadah dibuka dengan merefleksi bersama, melalui visualisasi video, tentang harapan tahun 2012 ini dan realita yang dilihat dan dialami oleh jemaat sepanjang tahun ini.

Ibadah Minggu, 30 Desember 2012 “Mendidik Anak-Anak Memiliki Identitas Diri yang Benar”

Ibadah hari ini, Minggu (30/12) jam 16.00 WIB di GKJ Manahan dilayani oleh Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA. Kotbah di dasarkan dari Lukas 2: 41-52. Diawal kotbahnya, beliau menyatakan bahwa tidak terasa kita sudah berada dipenghujung tahun 2012, tentu kita mengucapkan syukur kepada Tuhan karena kekuatan daripadaNya sehingga kita bisa melalui tahun ini dengan baik, baik dalam suka-duka, maupun sehat-sakit. Momen pergantian tahun ini bisa menjadi waktu yang baik bagi kita untuk membarui tujuan, tekad yang akan dicapai selama setahun kedepan.

Ibadah Natal Tahun 2012 "Aku Hadir Untukmu"

Ibadah Natal pagi ini (25/12) di GKJ Manahan dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA dengan tema "Aku Hadir Untukmu". Kotbah didasarkan pada bacaan leksionari terambil dari Yesaya 62: 6-12, Mazmur 97, Titus 3:4-7 dan Injil Lukas 2 : 8-20. Dalam kotbahnya, dikatakan dalam suasana Natal, rasanya ada nuansa yang menyenangkan tidak hanya bagi gereja tetapi juga bagi keluarga, karena dalam perayaan Natal pasti keluarga berkumpul. Dalam Natal kita diingatkan tentang kasih Allah yang hadir dalam hidup kita.

Pages