Janji Tuhan Menyertai Manusia

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Di setiap hari kehidupan manusia, seringkali disibukkan oleh pergumulan bagaimana hidup ini dijalani dengan nyaman, serba kecukupan untuk segala sesuatu yang dibutuhkan, bahkan kalau bisa melebihi dari yang sekedar sudah dipunyai itu. Manusia bergulat dengan kebutuhannya dan ada juga manusia yang bergulat dengan keinginannya.

Jika hendak diukur dari kebutuhan hidup, maka memang sudah semestinya manusia membutuhkan pekerjaan untuk dirinya dan keluarganya. Akan tetapi jika pekerjaan itu sudah didapatinya, manusia bisa saja mengarahkan keinginannya, yang bisa jadi keinginan itu bukan kebutuhannya, dan begitu seterusnya hingga manusia berhenti karena kelelahannya sendiri, atau diakibatkan faktor usia, maka akan menjadi jelas betapa manusia berada di dalam rutinitas hingga menghabiskan waktu hidupnya.

Jika kecenderungan manusia dalam pergumulannya hanya mencari dan mencari apa yang dibutuhkan sendiri, tanpa peduli atas saat-saat akhir bagi dirinya sendiri, maka sebenarnya hanya absurditas yang dikejarnya. Fenomena perilaku hidup manusia jaman sekarang sebagian besar seperti itu, hanya mengejar apa yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa serius untuk mempedulikan hal bagaimana menempatkan Allah dalam hidupnya.

Injil Markus mengingatkan, penting bagi manusia untuk mengenal Kerajaan Allah melalui peranan Yesus Kristus. Kerajaan Allah itu menjadi kebutuhan manusia, sehingga harus Tuhan Yesus sendiri yang mewartakannya. Jika realitas Kerajaan Allah itu lebih ditandai di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka akan menjadi lebih jelas bagi manusia, karena Yesus Kristus sebagai Tuhan yang hidup melingkupi segala yang ada di atas bumi, menunjukkan akan kasih Allah yang amat besar. Kasih itu diwujudkan dengan pengampunan dosa bagi manusia.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Dalam pemakluman kerajaan Allah itu, Yesus Kristus memastikan manusia akan menikmati kehidupan yang baru. Dengan demikian maka anugerah bagi manusia, sungguh merupakan wujud kasih dan setia Allah, seperti ketika dahulu kala telah diwartakan pula oleh penutur kitab suci. Pemazmur mengartikan hidup manusia berada dalam perlindungan dan pemeliharaan Allah dan dalam janji Allah untuk menjaga keselamatan manusia.

Kini kabar sukacita itu diberikan kita, artinya kita sebagi anak-anak Tuhan dan menjalani hidup pada saat ini, dengan keadaan apa adanya lengkap dengan segala sesuatu serta perubahan-perubahannya. Masih adakah tempat di dalam kesibukan kita, untuk kehadiran Tuhan, masihkan kita juga merasakan kasih setia Allah di dalam hidup kita ini, serta kita pun menanggapi kasih setia Allah itu dengan hidup yang dikehendaki-Nya.

Kasih setia Allah digambarkan dalam wujud pelangi yang mampu menghias langit dengan tata dekorasi yang demikian indah, tidak hanya menjadi janji tidak adanya lagi hukuman bagi manusia dengan air bah seperti jaman Nuh, namun janji kasih setia Allah yang nyata dalam kehidupan manusia setiap masa, bahkan di setiap hari. Dari pergumulan yang satu ke pergumulan yang lain, dari pengalaman yang satu kepada banyak pengalaman lainnya yang diberikan dalam kehidupan kita.

Oleh karena itu, bagi kita sekarang, tidak ada ungkapan lain dari hati kita selain sukacita karena Allah di dalam Yesus Kristus menepatinya janji-Nya, bahkan kasih anugerah itu dibentangkan luas bagi manusia di segala jaman, pun dalam kehidupan kita hari lepas hari, yang memungkinkan kita boleh tetap melihat dan berharap akan hari esok yang lebih indah dari pada hari ini, semoga Tuhan menyertai kita. Amin.

Bacaan I : Kej. 9 : 8 – 17
Tanggapan: Mazmur 25: 1 – 10
Bacaan II: 1 Pet. 3 : 18 – 22
Bacaan III : Markus 1 : 9 – 15

Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 26 Februari 2012

Comments

Add new comment