Ibadah Pra Paskah I

Ibadah masa pra-paskah hari ini (9/3) di GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Tanto Kristono, S.Th, M.Min dengan menggunakan liturgi khusus. Pemberitaan Firman Tuhan didasarkan dari bacaan leksionari yang terambil dari Kejadian 2:15-17; 3:1-7, Mazmur 32, Roma 5:12-19, Matius 4:1-11. Dalam kotbah yang disampaikannya, Pendeta Tanto menyatakan bahwa dalam hidup sering kali kita mengalami pencobaan yang membuat kita mengalami beban yang berat.

Jika kita mendiskusikan dari sisi Tuhan Yesus yang dicobai iblis, barangkali kita menyimpulkan bahwa memang Tuhan Yesus telah dicobai dan Ia keluar dari pencobaan itu tanpa berbuat dosa, akan tetapi jika kita melihat jauh lebih dalam kepada Yesus yang dicobai, selama 40 hari dan 40 malam tidak makan dan minum, jika orang biasa pasti akan mati. Kalau Elia, selama 40 hari dan 40 malam ia mendapatkan berkat dari Tuhan sehingga ia bisa memiliki kekuatan berjalan menuju gunung Horeb. Akan tetapi, Tuhan Yesus sama sekali tanpa makanan maupun minuman, sehingga akan sangat manusiawi melihat kebutuhan Yesus akan makanan dan minuman hingga iblis mencobai Tuhan Yesus untuk mengubah batu mejadi roti. Persoalannya bukan kemampuan untuk mengubah atau tidak. Tetapi jika Yesus menuruti, maka Yesus telah menyerah pada pencobaan iblis. Akan tetapi Yesus menolak.

Ketika di bawa ke bubungan bait suci, iblispun tentunya mengerti isi kitab suci, dan menyuruh Yesus menjatuhkan diri supaya para malaikat datang menatangNya. Bahkan godaan ke-tiga, ketika dibentangkan kerajaan duniawi yang sangat megah, yang mana iblis mampu menciptakan kejayaan duniawi yang ditawarkannya kepada Yesus supaya Yesus menyembah dia. Hal yang demikian ini Tuhan mengusir iblis itu dan memerintahkan iblis hanya menyembah kepada Allah.

Ketika Adam dan Hawa berhadapan dengan iblis, yang tahu bahwa buah pohon itu akan membuat manusia mengetahui hal yang baik dan yang jahat, akhirnya merekapun jatuh dalam dosa karena melanggar perintah Tuhan.

Roma 5:15 menyatakan “Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.”

Jika direfleksikan dalam hidup kita, terkadang kita harus memilih satu diantara berbagai pilihan sulit dan berbiaya mahal. Akan ada masa dimana kesulitan-kesulitan akan tergantikan dengan harapan baru. Tuhan tahu persis apa yang kita butuhkan. Godaan yang dialami Tuhan Yesus dahulu, memberikan motivasi kita bahwa kita berani berhadapan dengan pencobaan-pencobaan iblis dan menang. Tuhan hanya sejauh doa. Dia yang pernah mengalami penderitaan itu, bahkan mengalami penderitaan dikhianati muridNya, penghinaan-penghinaan dalam penyalibanNya, meskipun demikian Tuhan Yesus tidak membalas dengan satu kata pun melainkan dengan doa memohon pengampunan bagi mereka. Tuhan Yesus bukan Tuhan yang mengutamakan gebyar duniawi, yang mudah merapal kalimat-kalimat tertentu untuk mendapatkan kekayaan atau hal-hal tertentu, tetapi Ia berjuang mewujudkan visiNya bagi dunia ini. Demikianlah dengan perjuangan Tuhan Yesus ini, hendaknya perjuangan kita jujur, bersih dan suci di hadapanNya.

Tuhan tidak akan membiarkan kita berjuang sendiri. Ia akan selalu menyertai kita dan memberikan kita kekuatan baru untuk berjuang hidup di dalam Kristus.