Ibadah Perjamuan Kudus Sedunia, 2 Oktober 2011

Minggu lalu (2/10) di GKJ Manahan diselenggarakan ibadah dengan menggunakan liturgi khusus dari Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM) dalam rangka peringatan Hari Perjamuan Kudus Sedunia dan Hari Pekabaran Injil Indonesia. Dalam hal jam ibadah, khusus hari ini dilakukan perubahan jam ibadah bagi ibadah siang dari seharusnya jam 08.30 WIB diundur menjadi jam 09.00 WIB untuk memberi jeda waktu persiapan antar jam ibadah yang menggunakan liturgi khusus. Ibadah pagi jam 06.30 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th, sedangkan ibadah jam 09.00 WIB dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si dengan kotbah yang didasarkan dari Matius 21: 33-46.

Berikut ini ringkasan kotbah yang disampaikan oleh Pendeta Fritz. Dalam Matius tersebut menceritakan tentang pekerja-pekerja kebun anggur. Pernahkan kita merasakan sedih, kecewa berkaitan dengan tindakan orang lain terhadap kita? Ketika kita mempercayakan sesuatu kepada orang lain yang ternyata tidak bisa dipercaya. Tuhan Allah, yang memiliki tanah telah mempercayakan kebun anggurnya pada para pekerja. Siapa yang telah dipercaya oleh Tuhan? Dalam Matius disebutkan orang-orang Yahudi. Para Imam orang Yahudi, orang Farisi dan kelompok pemimpin agama. Kebun anggur itu dalam kontaks kekinian, dipercayakan kepada kita. Allah tidak hanya menyediakan tanah, tetapi juga melengkapi fasilitas dalam kebun anggur itu, pagar dan menara jaga untuk memberikan keamanan, tempat pemerasan pun telah disediakan.

Kebun anggur tersebut adalah hal Kerajaan Allah. Hal tentang Kerajaan Allah ini telah dipercayakan kepada kita. Ada orang yang tidak bisa bertanggung jawab atas kepercayaan Allah yang telah diberikan, hal yang tidak perlu kita contoh. Memang benar Allah itu maha Kasih, yang mengampuni kesalahan, tetapi dalam hal ini, jika kita sampai hari akhir tidak bisa mempertanggung jawabkan, tentu kepercayaan dari Allah ini akan diambil oleh Allah dan dipercayakan kepada orang lain. Sekali dua kali Allah telah bersedia memberikan peringatan, tetapi jika kita tetap bebal, Allah akan mencabut mandat tersebut dari kita.

Dalam konteks hari pekabaran injil Indonesia, dimanapun tempat kita bekerja, melayani, itulah tempat kudus milik Allah. Ada kewajiban kita harus memberikan bakti kita kepada Tuhan. Itulah ibadah kita yang sejati. Ibadah ini sebagai wujud bahwa kita telah percaya pada Allah. Perjamuan Kudus menyatakan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib untuk menebus dosa kita. Supaya kita bisa menerima sukacita dari Tuhan, juga siap untuk memikul salib bagi Tuhan

Selamat Hari Pekabaran Injil Indonesia, Selamat Hari Perjamuan Kudus Sedunia. Mari kita terus wartakan Injil Tuhan. Amin.

Add new comment