Ibadah Fajar Paskah 2017 "Dibangkitkan Bersama Kristus"

Ibadah Perayaan Fajar Paskah, Minggu (16/4) dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si. Kotbah didasarkan pada bacaan Leksionari dari : Kisah Para Rasul 10: 34-43; Mazmur 118: 1-2, 14-24; Kolose 3: 1-4; Matius 28: 1-10. Dalam kotbahnya, Pendeta Fritz menyatakan bahwa hari ini adalah hari sukacita bagi kita karena kebangkitan Tuhan Yesus Kristus bagi kita. Mengapa bersukacita akan kebangkitan ini? Karena dengan kebangkitan Kristus, kuasa maut susah dikalahkan, kuasa dosa sudah dikalahkan, ini yang perlu kita pegang teguh.


Dosa inilah yang telah dikalahkan : "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." Galatia 5:19-21 (TB)

Berita kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa kuasa dosa dan kuasa maut telah dikalahkan oleh Tuhan Yesus.

Ada yang meragukan kebangkitan Yesus dari kematian, bahkan meragukan kematiannya. Matius menyatakan bukti-bukti bahwa Yesus telah bangkit, yaitu kubur kosong. Demikian pula banyak saksi yang melihat Yesus telah bangkit. Banyak pula yang meragukan kematian dan kebangkitan Keistus dengan mendasarkan injil-injil palsu: Injil Barnabas misalnya, yang ditulis beberapa abad setelah peristiwa ini. Bukan pada Injil yang valid yang ditulis pada abad pertama saksi-saksi, yaitu oleh murid Yesus sendiri.

Dalam kehidupan kita, bagaimanakah kuasa kebangkitan Kristus dinyatakan? Kuasa kebangkitan berlaku sampai selama-lamanya. Dalam situasi apapun yang kita alami, kuasa itu tetap ada dan bekerja dalam hidup kita.

Apa makna bangkit bersama Kristus? Bangkit bersama Kristus berarti mengalahkan kuasa maut yang telah mewujud nyata dalam hidup kita. Ada upaya nyata dari kita, sebagai gereja Tuhan untuk mengalahkan semuanya itu dalam diri kita sendiri, dalam kelompok besar, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. 

Terpujilah Tuhan, kini dan selamanya!

Add new comment