Ibadah Advent Minggu Pertama “Menyambut KehadiranNya”

Awal kalender Gerejawi Tahun 2014 telah kita mulai dengan Masa Advent Pertama hari ini, Minggu (1/12) dengan Tema "Menyambut KehadiranNya". Dalam ibadah jam 18.00 WIB, jemaat dilayani oleh Pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA dengan kotbah yang didasarkan dari bacaan Yesaya 2: 1-5, Mazmur 122, Roma 13: 11-14 dan Injil Matius 24: 36-44.

Mengawali kotbahnya, pendeta Ratih menyatakan bahwa kata 'advent' berasalh dari kata asli "Adventus", yang berarti kedatangan. Setiap saat dimana kita berada dalam suasana Advent, kita diingatkan akan kedatangan Tuhan Yesus dua ribu tahun yang lalu, sebagai kedatanganNya yang pertama kali, yang kita peringati dalam ibadah dan perayaan Natal. Akan tetapi, dalam masa Advent kita juga diingatkan akan kedatangan Tuhan Yesus untuk yang kedua kali.

Ketika kita membicarakan persiapan, rasa-rasanya kita pernah mengalami, bahwa dalam setiap peristiwa hidup kita akan selalu melakukan persiapan. Seorang atlit akan selalu mempersiapkan diri untuk berlatih sebelum bertanding. Secerdas apapun mahasiswa, menjelang Ujian Akhir Semester tetap selalu mempersiapkan diri menghadapi ujian tersebut. Persiapan adalah kunci keberhasilan. Kalau ada sebuah pesta yang besar sekalipun, yang digelar dengan biaya besar pula, akan gagal bila tidak ada persiapan.

Dalam hidup kita sering kali, kita kehilangan kesempatan emas, karena kita tidak siap menangkap kesempatan itu. Padahal sering kali orang mengatakan bahwa keberuntungan adalah perjumpaan antara kesempatan dan persiapan. Bukankah kesempatan itu datang tak terduga? Ketika kita tidak bisa mengontrol datangnya kesempatan, tetapi kita masih bisa mengontrol kesiapan kita menyambut kesempatan itu. Ketika kesempatan itu datang dan kita siap, inilah keberuntungan kita.

Demikian pula halnya dengan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali, tidak seorangpun yang mengetahui kapan hal itu akan terjadi.

Kedatangan Tuhan Yesus adalah suatu hal yang pasti dan tidak dapat ditolak, kesiapan kita menentukan kebahagiaan abadi atau penderitaan abadi. Sebagaimana Injil Matius 24: 40-42 menyatakan “Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”

Matius 24: 44 menyatakan “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." Penulis hendak menyatakan bahwa setiap hari, setiap saat adalah waktu untuk mempersiapkan diri. Suka atau tidak suka, hidup manusia yang beriman, dituntut untuk mempersiapkan diri. Hidup adalah proses mempersiapkan diri sampai Tuhan Yesus datang untuk yang kedua kali.

Sebagai orang beriman, setiap hari adalah masa mempersiapkan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Roma 13 menyatakan bahwa masa mempersiapkan diri adalah masa meninggalkan perbuatan kegelapan yang tidak sepatutnya kita lakukan. Buah pertobatan adalah hidup dalam damai sejahtera dalam orang lain, sebagaimana Yesaya 2: 4 menyatakan “Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.”

Hari ini, dalam Minggu Advent yang Pertama, kita diberi kesempatan yang luas untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan. Ia ingin kedatanganNya disambut dengan hati yang bertobat, dengan hati yang selalu ingin berdamai dengan orang lain, dan menjadi agen perdamaian bagi masyarakat. Supaya budaya kekerasan dan permusuhan diubah menjadi budaya damai dan budaya cinta kasih dalam Tuhan. Amin.